Menu Close

Sistim e-Proposal Mempermudah dan Mempercepat Akses

Yogyakarta (06/03/2019) “Peserta didik Program Kecakapan Kerja (PKK) dan Program Kecakapan Wirausaha (PKW) diharapkan mempunyai kompetensi agar dapat bekerja dan berusaha,” pesan Muh Raharjo,  Plh Direktur Pembinaan Kursus dan Pelatihan Direktorat Jenderal PAUD dan Dikmas dalam acara Koordinasi Penyaluran Bantuan Pemerintah dengan Instansi Terkait di Hotel New Saphir Yogyakarta. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada tanggal 4 s.d 6  Maret 2019 dan diikuti sejumlah 84 orang dari unsur UPT Pusat, satuan pendidikan, dan Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota.

Kegiatan tersebut bertujuan untuk mengkoordinasikan kebijakan dan mekanisme pengajuan dan penilaian proposal bantuan pemerintah program Program PKK, dan PKW. Di samping itu untuk menyamakan persepsi antara penilai pusat dan daerah.

Peran pendidikan dalam mendorong pembangunan ekonomi, penanggulangan kemiskinan serta mengurangi pengangguran perlu menjadi perhatian. Peraturan Presiden Nomor 79 Tahun 2017, menyatakan bahwa belum optimalnya layanan pendidikan dalam menghasilkan lulusan yang diserap pasaran kerja.  Untuk mengoptimalkan layanan pendidikan  PKK dan PKW menjadi salah satu diantara program yang diluncurkan dari Kementrian Pendidikan dan kebudayaan. Program PKK diberikan untuk memberikan keterampilan  yang tujuan akhirnya harus uji kompetensi. Program PKK ada 5 jenis yaitu regular, unggulan, Paket C Vokasi, luar negeri dan persiapan latihan di Jerman. Sedang PKW diberikan untuk membekali keterampilan agar mampu berwirausaha sesuai peluang yang ada.

Melalui bantuan pemerintah program PKK dan PKW diharapkan mampu mempercepat dan menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi dan keahlian yang siap melakukan wirausaha mandiri maupun pasar kerja dengan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri (DUDI). 

Agar PKK dan PKW mudah diakses, maka Ditjen Binsulat meluncurkan sistim e-proposal.  Melalui sistem pengajuan ini bisa dilakukan secara online.  Selain mempermudah penilaian juga  menekan biaya.  Dengan e-proposal penyimpangan akan mudah terdekteksi, karena lembaga yang sudah mengajukan atau belum melaporkan pekerjaan tahun sebelumnya. Selain itu karena banyak temuan pada tahun 2018.

Pada acara koordinasi ini juga disosialisasikan aplikasi e-proposal. Aplikasi ini diawali dengan penjelasan cara pengisian, dimulai dari lembaga, rekomendasi dari Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota, dan diakhiri oleh tim penilai dari BP Paud dan Dikmas. Dilanjutkan dengan praktek masing-masing peserta, baik sebagai satuan pendidikan, pemberi rekomendasi dan penilai. Kegiatan ditutup dengan harapan program yang diluncurkan menjadi upaya percepatan untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi dan keahlian yang siap melakukan wirausaha mandiri maupun memasuki pasar kerja dengan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri.

Pewarta: Hasiyati

Posted in Berita, Uncategorized