Menu Close

Workshop Menulis, Hypnowriting: Menggelorakan Literasi dalam PAUD

Yogyakarta (12/11/2018). HIMPAUDI Kota Yogyakarta pada Sabtu 10 November menyelenggarakan Workshop Menulis, Hypnowriting. Acara dilaksanakan di Ruang Bribil, Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta, diikuti oleh sekitar 130 peserta yang mayoritas adalah pendidik dan pengelola PAUD. Acara tersebut menghadirkan Dr. M. Hasbi (Direktur Pembinaan PAUD Kemdikbud), Fajar Riza Al Haq (Staf Khusus Menteri Pendidikan dan Kebudayaan), serta narasumber Workshop Fauzi Eko Pranyono (BP PAUD dan Dikmas DIY) dan Muhsin Kalida (penulis). Workshop menulis ini dibuka secara resmi oleh Kepala Bidang PNF & PAUD Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta, Drs. Sugeng Mulyo Subono.

Dalam sambutannya, Dr. M. Hasbi menyampaikan beberapa hal penting, salah satunya adalah aksi nasional tentang PAUD holistik integratif. “Ini merupakan jantungnya PAUD”, jelas beliau. PAUD holistik integratif adalah upaya tumbuh kembang anak usia dini melalui pengembangan lima kebutuhan esensial anak, yakni gizi, kesehatan, pendidikan, perlindungan, dan pengasuhan. Anak sebaiknya diberi asupan yang bergizi untuk tumbuh kembangnya yang maksimal. Anak juga butuh dirawat dan diajak  menjaga dirinya dan kebersihannya agar selalu sehat. Anak juga butuh diberi stimulasi pendidikan agar kemampuan teknis, berpikir, dan akhlaknya juga berkembang baik. Anak juga harus diberi perlindungan dari segala ancaman bahaya. Selanjutnya, dalam tumbuh kembangnya, anak butuh diasuh dengan kasih dan sayang sehingga pertumbuhan dan perkembangannya optimal.

Pada bagian lain Fajar Riza Al Haq (Staf Khusus Menteri Pendidikan dan Kebudayaan) menyampaikan bahwa hal terpenting dalam perbaikan pendidikan salah satunya adalah literasi, baik pendidiknya maupun muridnya. “Oleh karena itu, kita perlu membiasakan anak untuk membaca, dan itu harus dimulai dari lingkungan”, demikian paparnya. Dalam implementasinya, kita sebagai pendidik PAUD bisa lebih rajin membacakan buku, atau pun mendongeng dari buku, dan lain-lain. Hal ini merupakan bentuk stimulasi dalam literasi bagi anak-anak usia dini.

Pada kesempatan sesi pertama Fauzie Eko Pranyono yang merupakan Pamong Belajar BP PAUD dan Dikmas DIY menjelaskan tentang kemampuan berbahasa yang menjadi poin penting dalam menulis. Salah satu hal mendasar yang disampaikan beliau adalah bahwa kita manusia itu terlebih dahulu diberi kemampuan mendengar. Setelah mendengar, kita diberi kemampuan berbicara. Selanjutnya kita dimampukan untuk membaca. Kemampuan membaca kemudian akan membawa kita pada kemampuan menulis. Demikianlah maka membaca adalah sebuah kebutuhan, menjadi syarat untuk mampu menulis. Poin kuncinya adalah rajin membaca dan aktif berlatih dengan terus menulis.

Narasumber berikutnya adalah Muhsin Kalida (penulis). Senada dengan Fauzi Eko Pranyono, hal penting yang disampaikan beliau adalah juga tentang membaca. Untuk menulis, kita harus juga rajin membaca dan memperhatikan hal-hal di sekeliling kita. Selanjutnya, yang kita lakukan adalah menulis, bukan hanya rencana. Jadi, “tulis!”, demikian beliau menekankan. Di penghujung workshop, Muhsin Kalida meminta peserta untuk menulis berdasarkan hal terdekat yang menjadi pikirannya. Untuk mewujudkan hal terdekat ini, peserta diminta menulis objek-objek yang dilihat sebelumnya, kemudian mengerucut dipilih satu kata yang paling menjadi pikiran setiap peserta. Kata terakhir itulah yang menjadi pemicu tulisan yang harus dibuat para peserta.

Tidak terasa, kurang dari satu jam, ternyata para peserta mampu menghasilkan tulisan yang cenderung lebih panjang dari yang diperkirakannya. Tepatlah bila dikatakan bahwa jika ingin bisa menulis, maka menulislah. Sebuah kerja praktik, bukan hanya rencana. Menulis, kemampuan yang harus didukung dengan banyak membaca dan kerja nyata, praktik menulis.

Pewarta: Utari Dewi Narwanti

Posted in Berita