Menu Close

Ujicoba Konseptual Model Kampung Literasi (2)

Gunungkidul (27/10/2018) “Rembug bareng” sebenarnya merupakan sebuah kearifan lokal. Ini sudah berkembang sejak jaman dulu. Namun, dewasa ini cenderung dilupakan. Segala sesuatu yang harus diputuskan bersama seringkali dipintas sebagai keputusan pribadi. Membangkitkan kembali wacana “rembug bareng” dalam mengembangkan kampung literasi merupakan konsep dasar dalam ujicoba konseptual model kampung literasi.

Pada hari Kamis hingga Jum’at 25-26 Oktober 2018, telah dilaksanakan ujicoba konseptual tersebut. Lokasi kegiatan berada di kampung Natah Kulon RT 03 di rumah Bapak Suyoto. Kegiatan dilaksanakan siang hari. Penerap, Bapak Sakidi dan Ibu Widya Wulandari memandu jalannya ujicoba.

Materi “rembug bareng” di RT 03 adalah bagaimana warga mempersiapkan diri dalam hal akomodasi dan konsumsi bagi pengunjung kampong literasi. Kegiatan apa saja yang memungkinkan dilakukan dalam konteks edukasi bagi pengunjung harus tertata rapi dari sisi akomodasi dan konsumsi. Pengunjung jangan sampai merasa kecewa dalam setiap kunjungan di desa.

Hasil diskusi menunjukkan bahwa warga sangat memahami potensi RT 03. Khusus RT ini tidak memiliki spot wisata yang dapat dijual kepada pengunjung. Oleh karena itu, yang bisa dilakukan adalah menyediakan sarana pendukung bagi pengunjung baik dari sisi akomodasi maupun konsumsi yang berkesan. Ada beberapa pilihan tempat yang dapat digunakan sebagai homestay atau tempat tinggal pengunjung baik di balai dusun maupun beberapa rumah penduduk yang siap menampung. Tentu saja fasilitas rumah tinggal harus memenuhi persyaratan kenyamanan, air, penerangan, dan keamanan pengunjung.

Terkait dengan konsumsi bagi pengunjung, ada banyak pilihan kuliner yang dapat disiapkan oleh warga. Bukan saja dalam hal rasa makanan, namun sangat dimungkinkan pengunjung melihat dan ikut terlibat dalam proses pembuatan kuliner tersebut. Masalah kuliner ini juga dirancang dengan teliti dari awal hingga selesainya kegiatan pengunjung. Artinya, pengunjung wajib merasakan kesan mendalam dalam menikmati setiap sajian yang variatif selama kunjungan.

Dalam ujicoba konseptual ini peserta diajak juga untuk mensimulasikan suatu kegiatan diklat atau outbond dari sebuah lembaga. Peserta sesuai kelompoknya merancang akomodasi dan acara yang akan dijalani. Sementara itu, kelompok yang lain merancang kuliner yang sesuai dengan peserta. Pada akhirnya, hasil diskusi “rembug bareng” tersebut dipadukan dalam pleno kelompok sehingga apa yang dirancang dapat semakin lengkap dan sempurna.

Pewarta: Agus Hari Prabowo

Posted in Berita