Menu Close

Ujicoba Konseptual Bahan Ajar Digital Multikeaksaraan di PKBM Marsudi Luhur

Gunungkidul (20/10/2018) “Sorot”, demikian orang menamainya agar mudah diingat. Sorot atau tayangan yang dikemas dengan menggunakan komputer ini dirancang tersendiri sesuai ketentuan agar dapat digunakan dalam pembelajaran.

Tayangan aplikasi bahan ajar digital pada pendidikan multikeaksaraan adalah sebuah prototipe awal yang dikembangkan oleh tim pengembang BP PAUD dan Dikmas DIY. Sebagai sebuah produk awal, bahan ajar digital tersebut harus diuji terlebih dulu. Tahap ini disebut dengan ujicoba konseptual. Tujuannya adalah mendapatkan data awal konsep bahan ajar dapat diterima oleh warga belajar.

Ujicoba konseptual bahan ajar digital pada pendidikan multikeaksaraan ini dilakukan di 2 (dua) lokasi berbeda. Salah satunya ada di kelompok belajar yang diselenggarakan oleh PKBM Suko Makmur, Desa Girisuko, Kecamatan Panggang, Kabupaten Gunungkidul sejumlah 20 orang warga belajar. Proses ujicoba konseptual ini dilakukan selama 2 (dua) hari yaitu Kamis dan Jum’at tanggal 17 dan 19 Oktober 2018.

Proses ujicoba dilakukan dengan menayangkan materi dalam bentuk slideshow melalui LCD proyektor. Warga belajar selanjutnya diajak untuk mencermati tayangan tersebut dibawah panduan tutor atau penerap model yang sudah diorientasi terlebih dahulu. Agar proses belajar dapat mengalir lancar maka warga belajar juga dibekali dengan buku pegangan pembelajaran untuk meminimalkan kekurangan “sorot” yang disajikan tersebut.

Reaksi yang ditunjukkan oleh warga belajar pada umumnya sangat senang dengan pembelajaran model baru seperti yang dirancang oleh tim pengembang. Semua dapat terfokus pada materi yang diberikan. Materi yang dibahas adalah “Gangguan Penyakit Pada Lansia”. Warga belajar mendapatkan pengetahuan baru yang baik untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Ujicoba di kelompok ini sangat menarik. Warga belajar yang hadir juga melibatkan laki-laki sebanyak 6 orang. Kemampuan membaca rata-rata sudah bagus. Kemampuan menulis juga bertambah karena proses pendampingan tutor dan belajar bersama peserta lain. Bukan saja kemampuan dasar tersebut, saat diskusi pun sangat dinamis. Semua merasa memiliki pengalaman yang dapat dibagikan kepada yang lainnya.

Pewarta: Agus Hari Prabowo


Posted in Berita