Menu Close

Uji Coba Konseptual Model Bahan Ajar Pendidikan Multi Keaksaraan di PKBM Widya Usaha, Trihanggo, Gamping, Sleman

Salah satu tugas pokok dan fungsi BP PAUD dan DIKMAS adalah menyelenggarakan Pengembangan Model. Pada tahun anggaran 2017 menyelenggarakan 7 (tujuh) pengembangan model salah satunya adalah Pengembangan Model Bahan Ajar Pendidikan Multi Keaksaraan Terintegrasi Budaya (produk budaya/artefak)

 Ujicoba penelitian pengembangan model bahan ajar pendidikan multikeaksaraan terintegrasi budaya (produk budaya/artefak) dilaksanakan dii dua lokasi yaitu di SKB Gunungkidul bertempat di Kanigoro Gunungkidul menjadi kelompok kontrol, dan kelompok ujicoba konseptual berlokasi di PKBM Widya Usaha Trihanggo Gamping Sleman

Sasaran ujicoba berjumlah 20 peserta didik untuk kelompok kontrol, dan 20 peserta didik untuk kelompok Ujicoba. Mengingat bahwa rombongan belajar Keaksaraan itu hanya 10 peserta didik, maka untuk kelompok kontrol maupun kelompok ujicoba dilaksanakan masing-masing di 2 (dua) lokasi. Untuk kelompok ujicoba dilaksanakan di dusun Panggungan dan dusun Besole Trihanggo Gamping Sleman, untuk kelompok kontrol dilksanakan di dusun Gebang dan dusun Kranon, Kanigoro Gunung Kidul.

Pelaksana model adalah penerap/Pendidik, Tim Pengembang dan pendamping lapangan dan subyek penelitian adalah peserta didik. Ujicoba model dilaksanakan pada tanggal 10, 12 dan 13 bulan Oktober 2017 di Panggungan dan Besole dengan masing-masing peserta didik berjumlah 10 orang dengan dipandu satu pendidik/penerap model

Langkah Pertama ujicoba model diawali dengan  orientasi kepada penerap dan pendamping lapangan dalam bentuk diskusi dan paparan berupa bagaimana ujicoba ini akan dilakukan, kapan waktunya, hak dan kewajiban penerap dan pendamping serta peserta didik,

Langkah kedua di hari pertama dilanjutkan tes awal kepada peserta didik dengan menggunakan instrument yang telah disiapkan oleh pengembang, dilakukan oleh penerap kepada peserta didik, berupa pertanyaan ceklist dari materi bahan ajar yang akan disampaikan oleh pendidik kepada peserta didik dalam  kegiatan belajar mengajar. Di akhir kegiatan peserta didik mengisi mood barometer perasaan masing-masing peserta didik

Langkah ketiga di hari kedua dilakukan kegiatan belajar mengajar dengan materi “Batik Warisan Budaya Indonesia”, menggunakan bahan ajar yang telah disusun oleh Tim Pengembang, dan diakhir kegiatan, peserta didik  menjawab pertanyaan yang disiapkan oleh Tim Pengembang berupa memberikan penilaian terhadap KBM yang dilakukan bersama dengan Pendidik dan menuangkan perasaan pada mood barometer peserta didik untuk hari itu.

Langkah keempat di hari ketiga dilakukan pos tes, penilaian tentang kelayakan bahan ajar yang disusun oleh tim pengembang model, menuangkan perasaan pada lembar mood barometer peserta didik, penyelesaian administrasi dan penutupan.

Dari hasil pelaksanaan ujicoba model bahan ajar pendidikan multikeaksaraan terintegrasi budaya diperoleh hasil kesimpulan sebagai berikut: Proses Kegiatan Belajar Mengajar yang dilakukan pendidik dinilai oleh peserta didik sebesar 78, 70 dengan kriteria Baik, Peserta didik merasa senang dalam mengikuti kegiatan terbukti bahwa 100% menyatakan demikian, dan Bahan Ajar yang di susun oleh Tim Pengembang, Layak, efektif dan dapat digunakan sebagai pegangan pendidik dalam melalkukan KBM, dengan hasil Tingkat efektifitas 67,93, Kelayakan 65, 56 dan keterlaksanaan 67,09.

Pewarta: Indrayati

Posted in Berita