Menu Close

Talkshow Strategi Meraih CSR

Yogyakarta (03/10/2020) Talkshow Strategi Meraih Corporate Social Responsibility (CSR) diselenggarakan HIMPAUDI Daerah Istimewa Yogyakarta diikuti sekitar 500 peserta seluruh perwakilan bidang humas seluruh pengurus cabang dan pengurus daerah HIMPAUDI se-Daerah Istimewa Yogyakarta dan pengelola PAUD di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta dan sekitarnya. Kegiatan ini dihadiri oleh keynote speaker Dr. Muhammad Hasbi, Direktur PAUD Direktorat Jenderal PAUD Dikdasmen Kemdikbud Republik Indonesia, Basri Hananta, M.Pd., Kasubbag Tata Usaha BP PAUD dan Dikmas Daerah Istimewa Yogyakarta, narasumber Dr. Yeni Rosilawati, SIP., SE.,M.M., Sekretaris Prodi Internasional Program Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Zamzami Ulwiyati Darojat, S.Ag., Ketua PW HIMPAUDI Daerah Istimewa Yogyakarta.

Basri Hananta, M.Pd., dalam sambutan pembukaan mengatakan kegiatan talkshow strategi meraih CSR sangat bermanfaat dalam menggali sumber dana, karena pada masa pendemi covid-19 banyak orang tua belum mendaftarkan putra putrinya ke lembaga PAUD. Banyak perusahaan nasional di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta yang dapat mendukung kegiatan pendidikan anak usia dini. “Saya harap semua peserta dapat berpartisipasi aktif dan dapat bekerjasama dengan CSR dengan strategi dan kiat-kiat menjaring CSR. Semoga ke depan HIMPAUDI makin jaya dan sukses”, pungkasnya sekaligus membuka kegiatan.

Dr. Muhammad Hasbi, menyampaikan paparan tentang pembiayaan penyelenggaraan pendidikan anak usia dini yang mendapatkan alokasi dana 1% dalam anggaran program PAUD. Pembiayaan pendidikan anak usia dini dari sumbangan pokok pendidikan (SPP), alokasi anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN), alokasi anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD), alokasi dana desa, dan sumber lain, yaitu CSR, yayasan dan sebagainya.

Strategi meraih CSR dengan menemukan nilai kebermanfaatan antara kedua belah pihak, yaitu lembaga atau organisasi penerima dana dan perusahaan pemberi CSR. CSR perlu disesuaikan dengan kebutuhan pemangku kepentingan, CSR juga harus memperhatikan kondisi sosial dan budaya setempat, sesuai dengan nilai-nilai yang dianut masyarakat (local wisdom). Agar dipercaya dan disetujui oleh CSR, proposal harus menarik untuk dibaca, menyertakan data yang akurat, latar belakang dan tujuan program yang kuat, dan gaya bahasa dan kemampuan komunikasi yang meyakinkan. “Kita harus mempunyai keterampilan dalam melihat CSR suatu perusahaan, rajin dan jeli dalam membaca dan mencari informasi di media baik cetak maupun media elektronik”, pungkas Dr. Yeni Rosilawati, SIP., SE., M.M.

Pewarta: Sabatina Rukmi Widiasih

Posted in Berita