Menu Close

Strategi Pengelolaan Pembelajaran Jarak Jauh: Rumah IT HIMPAUDI DIY Kerjasama dengan BP PAUD dan Dikmas DIY

Yogyakarta (26/09/2020) Program Rumah IT HIMPAUDI DIY, sebagai kegiatan rutin peningkatan kompetensi guru PAUD, diikuti sekitar 200 peserta yang berasal dari wilayah DIY maupun dari luar wilayah DIY. Program Rumah IT bulan September 2020 dengan narasumber Drs. Mulyanta, M.Kom., PTP Ahli Madya Balai Telkomdik Disdikpora DIY dengan tema Strategi Pengelolaan Pembelajaran Jarak Jauh..

Program HIMPAUDI DIY salah satunya adalah mengantarkan pendidik dan tenaga kependidikan PAUD menjadi sosok yang mandiri dan profesional. Rumah IT sebagai salah satu program kerja HIMPAUDI DIY diharapkan dapat meningkatkan kompetensi pendidikan dan tenaga kependidikan PAUD. HIMPAUDI DIY memberikan apresiasi kepada BP PAUD dan Dikmas DIY atas fasilitas yang diberikan untuk kelancaran program berbagi ilmu secara daring. “Segala keterbatasan pendidik dan tenaga kependidikan PAUD dalam pelaksanaan pembelajaran jarak jauh menjadi tantangan untuk tetap selalu bersemangat mencari ilmu dan berusaha meningkatkan kompetensi IT sebagai upaya mempersiapkan media pembelajaran yang sesuai untuk anak usia dini”, ungkap Sri Wahyuni, M. Psi., Pengurus Harian PW HIMPAUDI DIY dalam sambutan yang disampaikan pada pembukaan acara.

Pembelajaran jarak jauh (PJJ) adalah salah satu cara dalam penyelenggaraan pendidikan. PJJ.merupakan proses pembelajaran dimana guru dan siswa tidak bertatap muka, menggunakan media untuk mencapai tujuan pembelajaran. Prinsip PJJ ada akses dalam mengatasi jarak dan waktu, pemerataan yaitu semua berhak mendapatkan pendidikan, dan kualitas standar pendidik, kualitas bahan ajar dengan proses pembelajaran interaktif.

Pelaksanaan PJJ perlu diatur strategi pembelajaran oleh lembaga pendidikan, lembaga PAUD dan orang tua harus membangun komunikasi inten dan efektif, panggung belajar milik peserta didik, berpusat pada siswa, guru merancang strategi pembelajaran dan menjadi fasilitator, selanjutnya orang tua harus memberi motivasi pada putra-putrinya. “Peran guru bukan penyampai materi, tapi memfasilitasi aktivitas belajar dengan menyediakan media pembelajaran. Orang tua menjadi ujung tombak, saat proses pembelajaran di rumah yang membersamai anak adalah orang tua. Pembelajaran harus menyenangkan (joyful) dan bermakna (meaningful), sehingga peserta didik, guru dan orang tua nyaman dalam belajar bersama (love to learn)”, pungkas Drs. Mulyanta, M. Kom.

Pewarta: Sabatina Rukmi Widiasih

Posted in Berita