Menu Close

Sosialisasi Pancasila, UUD RI 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika Bagi Guru PAUD di Sleman dan Bantul

Yogyakarta (30/01/2019) Pada tanggal 30 Januari 2019 bertempat di Pendopo Kraton Kilen, Kraton Yogyakarta berlangsung acara Sosialisasi Pancasila, UUD NRI 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika yang diikuti guru PAUD. Sosialisasi tersebut  merupakan program dari MPR RI yang diselenggarakan oleh Sekretariat DPD RI DIY. Sosialisasi diikuti oleh 150 orang yang terdiri dari pengurus dan guru PAUD perwakilan dari HIMPAUDI Kabupaten Sleman dan Bantul.

Hadir sebagai nara sumber yaitu Dr. Heri  Santosa, S.S., M.Hum., dari Pusat Studi Pancasila Universitas Gadjah Mada dan Zamzami Ulwiyati Darojad, S.Ag., dari HIMPAUDI DIY. Gusti Kanjeng Ratu Hemas hadir sebagai keynote speaker dalam acara tersebut. GKR Hemas menyampaikan bahwa nilai-nilai luhur Pancasila mulai luntur di tengah masyarakat. Menyikapi kondisi yang terjadi maka nilai-nilai luhur Pancasila perlu ditanamkan sedini mungkin kepada generasi penerus bangsa. Salah satu yang diharapkan berperan dalam penanaman nilai-nilai luhur Pancasila sejak usia dini adalah pendidik PAUD.

Menurut Heri Santoso, guru PAUD memiliki peran strategis dalam mendidik, mengajar, dan menbudayakan Pancasila. Fungsi dan kedudukan Pancasila sebagai ideologi, dasar negara, pandangan hidup bangsa dan dasar orientasi pengembangan ilmu dapat diterapkan dengan berbagai cara. Contoh penerapan yang sesuai untuk anak usia dini diantaranya melalui memperkenalkan dan memperdengarkan lagu-lagu nasional, kemudian lagu-lagu daerah yang kaya nilai ajaran leluhur dan melakukan latihan upacara bendera. Cara-cara tersebut mampu memberikan gambaran secara nyata tentang ranah Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara untuk anak usia dini. Ranah etos yang meliputi semangat, sikap, dan perilaku menjadi  titik berat untuk mengenalkan Pancasila bagi anak usia dini dengan memberikan contoh keteladanan dalam kehidupan sehari-hari.

Semangat kebhinnekaan juga menjadi salah satu hal yang perlu dikenalkan sejak usia dini. Zamzami Ulwiyati menuturkan bahwa Indonesia yang merupakan negara kesatuan yang wilayahnya terdiri dari ribuan pulau. Indonesia memiliki keanekaragaman,  kekayaan alam, budaya serta kondisi masyarakat yang heterogen. Perbedaan ini apabila tidak disikapi dengan bijaksana akan memecah persatuan dan kesatuan bangsa. Guru PAUD harus memberi contoh perilaku yang dapat menguatkan karakter anak untuk belajar menghormati, menghargai perbedaan, dan toleransi pada anak usia dini. Pendidikan penguatan karakter yang berkesinambungan akan mampu mencegah radikalisme, terorisme, dan anti kebhinnekaan.

Mengenalkan nilai-nilai luhur Pancasila sebagai The Way of Life merupakan tanggung jawab dan tantangan bersama, salah satunya adalah guru PAUD. Nilai-nilai tersebut dapat dikenalkan, ditanamkan, dibiasakan dari sedini mungkin melalui berbagai  cara yang sesuai dengan karakter sosial budaya setempat. Pembiasaan tersebut dilakukan untuk menjawab tantangan dalam mendidik, mengajarkan, membudayakan, dan mengasuh generasi alfa supaya menjadi generasi yang beradab, ber-Bhinneka Tunggal Ika, dan ber-Pancasila di masa yang akan datang.

Pewarta: Vivi Kusumastuti

Posted in Berita