Menu Close

Sosialisasi e-Proposal Program Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW)

Peserta Sosialisasi e-Proposal Program PKW

Yogyakarta (12/10/2019) Direktorat Pembinaan Kursus dan Pelatihan Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat melakukukan sosialisasi e-proposal Program Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW) di BP PAUD dan Dikmas Daerah Istimewa Yogyakarta. Sosialisasi ini diikuti oleh 67 peserta dari LKP se-DIY.

Kegiatan sosialisasi dibuka oleh Hasiyati, M.Pd. selaku Pamong Belajar BP PAUD dan Dikmas DIY yang membidangi program pendidikan orang dewasa, kemudian dilanjutkan penyampaian materi oleh Kepala Seksi Program, Sri Hartono, M.Pd.

Penyampaian Materi oleh Kepala Seksi Program, Sri Hartono, M.Pd.

Dalam penjelasannya, Sri Hartono, M.Pd. lebih membahas mengenai pengisian e-proposal untuk lembaga yang belum mengajukan program PKW. “Sebetulnya sosialisasi PKW ini dari awal sudah dilaksanakan melalui dinas dan website direktorat, jadi Kami yakin Bapak/Ibu sudah tau mengenai PKW. Intinya PKW adalah pelatihan yang mengharuskan untuk berwirausaha dan juga sebetulnya Bapak/Ibu pasti sudah tahu bahwa program PKW pada tahun ini pengajuannya sudah melalui e-proposal,” jelasnya.

Sri Hartono, M.Pd. menyampaikan bahwa terdapat lebih dari 4000-an lembaga yang mengajukan program PKW, tetapi hanya 1500 lembaga yang memperoleh SK. Sehingga masih terdapat sekitar 3000 lembaga yang tidak lolos. “Memang banyak kendala setelah kami lihat pada e-proposal. Masih banyak lembaga yang tidak meng-upload data dukung. Setelah kami lihat beberapa pengajuan dari lembaga banyak yang tidak upload jumlah sarana yang dimiliki, jumlah instruktur, serta sertifikat instruktur”, ujar Sri Hartono, M.Pd.

Terdapat sekitar 15 pertanyaan yang harus dijawab dan di-upload. Untuk program PKW sebenarnya yang paling pokok terdapat pada jumlah sarana dan prasarana serta business plan.“Perencanaan bisnis hanya sedikit yang meng-upload. Ada yang meng-upload tetapi hanya memindahkan dari juknis ke dalam proposal. Padahal yang Kami inginkan business plan itu ada perencanaan usaha. Jadi untuk business plan yang terpenting ada hitungannya”, tambahnya.

“Untuk lembaga belum mengajukan, tim Kami akan memandu dari pendaftaran sampai pengisian e-proposal, sedangkan untuk lembaga yang bantuannya sudah cair dan sudah berjalan programnya boleh mengajukan lagi ketika yang pertama sudah selesai dan menyusun laporan diaplikasi. Tim Kami nanti juga akan memandu terkait penginputan laporan di aplikasi”, pungkas Sri Hartono, M.Pd.

Kegiatan berikutnya dilanjutkan dengan proses pengisian e-proposal program PKW yang dipandu oleh tim dari Direktorat.

Pewarta : Winda Pratiwi

Posted in Berita