Menu Close

Solialisasi e-Proposal dan Penandatangan MoU BOP Kesetaraan Tahap 1 DIY

Yogyakarta (20/08/2018( Sebanyak 75 orang perwakilan dari SKB dan PKBM penerima BOP tahap pertama, unsur dinas pendidikan Kepala Bidang PNF beserta  Kepala Seksi PNF se- DIY menghadiri kegiatan penandatanganan MoU sekaligus sosialisasi E-Proposal oleh Direktorat Pembinaan Pendidikan Keaksaraan dan Kesetaraan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada hari Senin, 20 Agustus 2018 mulai jam 09.00 WIB di lantai 4 Ruang Kawung Picis Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta.

Hadir nara sumber pada kegiatan tersebut Dr. Samto, Kasubdit Pendidikan Kesetaraan dan Berkelanjutan Direktorat Pembinaan Pendidikan Kesetaraan dan Keaksaraan dan Dr. Subi Sudarto, M.Si, Kasi  Pendidikan Berkelanjutan.

Tata cara penyaluran BOP melalui e-proposal dipaparkan secara rinci. Dijelaskan oleh Dr. Samto bahwa komunikasi sosialisasi juga memanfaatkan teknologi. “Jangan bilang kok mendadak, tidak ada sosialisasi. Aktif, jangan menunggu. Longlist tahap pertama diperpanjang sampai dengan tanggal 15 Agustus 2018, kalau belum sempat nanti ikut periode kedua”, tegas Samto. Lembaga-lembaga yang masuk longlist untuk penandatanganan MOU Kota Yogyakarta 7 SKB dan PKBM, Bantul 3 PKBM, Gunungkidul 6 PKBM, Kulon Progo 6 PKBM, Sleman 10 SKB dan PKBM.

Tahun depan DAK non fisik dilakukan melalui dana ditransfer ke daerah.  Dinas Pendidikan yang menyetujui atau tidak menyetujui dengan diberikan keterangan. Alasannya apa jika tidak disetujui. “Tahun ini bersakit-sakit dahulu untuk sukses tahun berikutnya, anggaran besar data harus valid agar terserap”, tambah Samto.

BOP tidak untuk sarana belajar. BOP untuk peserta didik, untuk modul, bahan buat roti, semua yang habis pakai. Peserta didik Paket baik A, B, dan C harus diasuh dengan sebaik-baiknya agar anak tidak putus sekolah lagi. Jangan sampai melabel anak “nakal” tidak dididik. Kemana lagi anak akan menuntut ilmu kalau di formal DO, di paket dikeluarkan. Jangan melabel anak kreatif dengan anak nakal. Apapun keadaannya harus dilayani sebaik-baiknya, jika tidak pintar matematika bias jadi pintar kesenian, tidak pintar sains tapi pintar olah raga.

Repoter: Sabatina Rukmi Widiasih

Editor: Fauzi Eko Pranyono

Posted in Berita