Menu Close

Seminar Nasional Rakernas II FK PKBM Indonesia: Peluang dan Tantangan PKBM di Era Revolusi Industri 4.0

Yogyakarta (28/11/2020) Forum Komunikasi (FK) Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Indonesia menggelar seminar nasional dalam rangkaian kegiatan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) II FK PKBM Indonesia. Seminar nasional diikuti sekitar 210 peserta dari 30 provinsi.

Seminar nasional menghadirkan narasumber Prof. Dr. Yoyon Suryono, M.S., dosen Universitas Negeri Yogyakarta, Dr. Santi Ambar Rukmi, Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Dr. Untung, M.Pd., Kepala Sub Koordinator Taman Bacaan Masyarakat Direktorat Pendidikan Keaksaraan dan Taman Bacaan Masyarakat Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.

Drs. Suhartono, S.T., Ketua Umum FK PKBM Indonesia sebagai ketua penyelenggara mengatakan dalam sambutan dan pembukaan kegiatan seminar nasional, bahwa PKBM dalam berkarya perlu memanfaatkan teknologi untuk proses pembelajaran di PKBM. Teknologi bermanfaat dalam peningkatan kualitas aksi PKBM dalam berbakti dan peduli dalam mewujudkan manusia Indonesia berpendidikan dan berkarakter.

Prof. Dr. Yoyon Suryono, M.S. memaparkan era revolusi industri 4.0 segala sesuatu memanfaatkan internet, mengandalkan data, menuntut kemampuan dan kecerdasan entitas ilmiah, komputasi internet sebagai gabungan pemanfaatan teknologi komputer dan pengembangan berbasis internet. PKBM harus merespon perkembangan teknologi dalam melaksanakan kinerjanya. Pengelolaan dan pembelajaran berbasis internet, namun peran tutor tidak tergantikan oleh robot, karena belajar menuntut keteladanan.

Dr. Santi Ambar Rukmi secara virtual menjelaskan program PKBM yang sangat beragam dan tidak terbatas pada pendidikan kesetaraan saja. PKBM dapat berkiprah dalam meningkatkan kualitas agar menghasilkan lulusan yang kompeten dan dapat bersaing dalam dunia kerja di era revolusi industri 4.0. PKBM perlu memanfaatkan literasi digital dalam pembelajaran untuk memperoleh pengetahuan dan informasi, jejaring dan komputasi. Keterbatasan sarana prasarana harus disiasati oleh tutor dengan mengembangkan kreatifitas tutor.

Dr. Untung, M.Pd. menjelaskan pada masa digital sekarang segala informasi bersifat mudah berubah, tidak ada kepastian, kompleks, dan ambigu saling berhubungan seperti bola salju. Tantangan literasi remaja Indonesia yang masih rendah, berdasarkan data tahun 2019, indeks minat baca sebesar 0,001, rata-rata lama sekolah untuk laki-laki 8,8 tahun, untuk perempuan 7,9 tahun. Tantangan pendidikan pada umumnya adalah peningkatan pemanfaatan teknologi informasi, pembelajaran berbasis rumah, serta aplikasi pembelajaran disertai kontrol kualitasnya. Kemampuan literasi tidak sekedar membaca, namun harus memahami, mengaplikasikan, mengevaluasi dan merefleksikan. Karakteristik yang harus dimiliki seseorang adalah memahami isu global, literate, kritis, kreatif dan imajinatif, problem solver, kompetitif dan kolaboratif, berjiwa kepemimpinan dan mandiri.

Lidya Marchella Sihombing, PKBM Zaitun Manado, mengatakan kegiatan seminar nasional sangat bermanfaat, selain mendapatkan informasi dan pengetahuan, dapat bertemu untuk saling sharring antar PKBM se-Indonesia. PKBM tidak sekedar lembaga pendidikan nonformal dalam mendapatkan ijazah setara SD, SMP, SMA, namun menjadi satuan pendidikan yang mempersiapkan manusia Indonesia dalam dunia kerja di masa revolusi industri 4.0.

Pewarta: Sabatina Rukmi Widiasih

Posted in Berita