Menu Close

Seminar Hasil Uji Coba Pengembangan Model PAUD Ramah Lingkungan untuk Anak Usia Dini

Yogyakarta (7/12/2018) Seminar hasil uji coba pengembangan model PAUD Ramah Lingkungan diselenggarakan pada Jumat  (7/12/2018) bertempat di Auditorium BP PAUD dan Dikmas D.I. Yogyakarta. Seminar diikuti oleh utusan lembaga PAUD dari wilayah Sleman, Bantul, dan Gunungkidul serta Penilik PAUD dan Dikmas dari Dinas Pendidikan setempat. Lembaga tersebut merupakan lembaga yang digunakan untuk ujicoba pengembangan model.

Pengembang model yaitu Siti Donatirin dari BP PAUD dan Dikmas menyampaikan laporan hasil uji coba pengembangan model mewakili tim pengembang, serta didampingi oleh Dr. Harun Alrasyid dari FIP UNY selaku narasumber ahli, dan Isdi Nurjantara selaku nara sumber teknis. Acara dibuka langsung oleh Kepala BP PAUD dan Dikmas, Drs. Bambang Irianto, M.Pd. yang dalam sambutannya menyanpaikan bahwa tim pengembang membutuhkan masukan-masukan dari pelaksana di lapangan untuk penyusunan model pengembangan pembelajaran yang selanjutnya akan dilakukan validasi dari pusat. Model pengembangan yang telah divalidasi secara resmi akan bisa dipakai siapapun. Keuntungan yang diperoleh dari penyusunan model ini untuk kedepannya akan menjadi referensi bagi penyelenggara pendidikan untuk mengembangkan PAUD ramah lingkungan.

Penyusunan pengembangan model PAUD ramah lingkungan merupakan salah satu upaya yang dilakukan untuk mewujudkan perilaku ramah lingkungan sejak usia dini. Siti Donatirin dalam paparannya menyampaikan fakta yang  menunjukkan bahwa perilaku masyarakat terhadap lingkungan masih kurang baik. Fakta tersebut diungkapkan berdasarkan hasil survei Kementerian Lingkungan Hidup. Perilaku yang dimaksud beberapa diantaranya adalah menyalakan lampu di siang hari, membakar sampah, dan tidak memilah-milah sampah. Berawal dari keprihatinan tersebut maka perlu disusun sebuah buku panduan untuk mewujudkan pembelajaran yang ramah lingkungan untuk anak usia dini. Pembelajaran yang dilakukan sejak dini  tidak akan mudah terhapus dari ingatan.

Narasumber ahli dan narasumber teknis kemudian memberikan catatan terkait penyempurnaan naskah buku panduan setelah mendengarkan paparan. Tujuannya supaya tim pengembang dapat melakukan perbaikan dan penambahan di beberapa bagian. Peserta juga diberikan kesempatan untuk menyampaikan beberapa hal yang dialami selama pelaksanaan ujicoba serta kesan dan pesan. Harapan senada diungkapkan dari seluruh pihak yang hadir bahwa buku panduan pengembangan model PAUD ramah lingkungan ini dapat terwujud menjadi model yang tervalidasi. Model ini dapat menjadi rujukan yang bisa ditiru oleh penyelenggara PAUD di Indonesia pada umumnya dan khususnya untuk Daerah Istimewa Yogyakarta. 

Pewarta: Vivi Kusumastuti

Posted in Berita