Menu Close

Satuan Lembaga Paud dan PNF Antusias Mendapatkan Pendampingan Menyusun Butir-Butir 8 Standar Pendidikan Nasioanal

Satuan lembaga PAUD dan PNF adalah ujung tombak pemerintah dalam melaksanakan program-program di lapangan. Untuk itu satuan lembaga perlu meningkatkan kelayakan program yang dikelola. Kelayakan program dapat diperoleh dari hasil assesment akreditasi BAN PAUD dan PNF. Pengusulan akreditasi salah satunya adalah mengisi kegiatan yang telah dilaksanakan sesuai delapan standar nasional pendidikan.

Dengan adanya kegiatan akreditasi tersebut satuan lembaga PAUD dan PNF antusias untuk mendapatkan pendampingan dalam pengisian butir-butir ke delapan standar nasional pendidikan. Hal ini karena satuan lembaga tersebut belum banyak yang memahami apa yang harus ditulis dalam butir instrumen pada  8 SNP, yang terdiri dari Standar : 1. Standar Kompetensi Lulusan;  2. Standar Isi; 3. Standar Proses; 4. Standar Pendidik dan tenaga pendidikan; 5. Standar Sarana dan prasarana; 6. Standar pengelolaan; 7. Standar pembiayaan ; 8. Standar penilaian pendidikan. Mereka sudah melakukan kegiatannya namun belum teradministrasikan secara benar sesuai 8 standar SNP tersebut, maka perlu pendampingan. Pendampingan merupakan kegiatan untuk membantu individu maupun kelompok untuk menambahkan kesadaran dalam rangka pemenuhan kebutuhan dan pemecahan permasalahan kelompok. Pendampinga dilakukan pada tanggal 21 s/d 29 April 2017 di satuan lembaga PAUD: 1. TK Budi Mulia Dua Sleman, 2. TK Bustanul Atfa Pakualaman, 3. Tunas Mulia Pakualaman. 4. Kb Bim Bim Cha Sleman; 5. KB Putra sembda Sleman.

Dalam pelaksanaan pendampingan dari standar 1 s/d 8, masih banyak yang harus diberi arahan bagaimana menyusunnyam apa bukti fisiknya. Satuan lembaga PAUD dan PNF rata-rata belum memahaminya apa yang harus dilampirkan untuk kelengkapan usul akreditasi. Setelah dilakukan pendampingan dari standar 1 s/d 8 maka satuan lembaga merasa percaya diri dalam  menyiapkan bukti fisik dari instrumen yang dituliskan.

Satuan lembaga PAUD dan PNF ingin memperoleh  nilai kelayakan program yang dilaksanakan sehingga mereka antusias medapatkan pendampingan selanjutnya. Mereka baru paham bagaiman cara menyusun kurikulum, struktur kurikulum, kalener pendidikan yang dibuat sendiri, tentang berita acara peninjauan kurikulum, bagaiman menghitung beban belajar dan bentuk-bentuk bukti fisik kelengkapan isian instrumen pengusulan akreditasi.

Pewarta: Is Kartini

Posted in Berita