Menu Close

Rapat Koordinasi Peran Lembaga Kursus dan Pelatihan dalam Membangun Karakter Disiplin dan Etos Kerja

Foto Bersama Peserta Rakor Peran Lembaga Kursus dan Pelatihan dalam Membangun Karakter Disiplin dan Etos Kerja

Yogyakarta (03/12/2019) Sebanyak 42 peserta pemangku kepentingan kursus dan pelatihan se-Daerah Istimewa Yogyakarta mengikuti Rapat Koordinasi Peran Lembaga Kursus dan Pelatihan dalam Membangun Karakter Disiplin dan Etos Kerja di Hotel Grand Dafam Rohan pada 03 Desember 2019. Pemangku kepentingan yang hadir adalah BP PAUD dan Dikmas DIY, UPD Kota Yogyakarta, Lembaga Kursus dan Pelatihan, serta Mitra LKP.

Agustinus Budi Pramono, SE, M.Si., selaku ketua kegiatan menyampaikan bahwa penyelenggaraan kegiatan ini dilatarbelakangi semangat untuk mendukung pembangunan SDM Indonesia yang saat ini memasuki era revolusi indistri 4.0. Mengamati era revolusi industri 4.0, Indonesia harus mampu menyiapkan SDM yang bersaing dengan bangsa lain dan di era otomatisasi sistem produksi dengan memanfaatkan teknologi.

“Tujuan dari kegiatan rakor ini adalah mengetahui sejauh mana peran Lembaga kursus dalam menumbuhkan disiplin dan etos kerja kepada pada peserta didik dalam rangka membangun SDM yang kompeten”, tambah Agustinus Budi Pramono, SE, M.Si.

Narasumber Rapat koordinasi terdiri dari Raden Wijaya Kusumawardhana, S.T., MMIB, Asisten Deputi Pendidikan Menengah dan Keterampilan Bekerja, Sekertaris Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta Dedi Budiono, S.Pd., M.Pd., dan Kepala BP PAUD dan Dikmas DIY, Drs. Eko Sumardi, M.Pd.

Pembukaan kegiatan oleh Asisten Deputi Pendidikan Menengah dan Keterampilan Bekerja, Raden Wijaya Kusumawardhana, S.T., MMIB

Kegiatan dibuka oleh Asisten Deputi Pendidikan Menengah dan Keterampilan Bekerja, Raden Wijaya Kusumawardhana, S.T., MMIB. Dalam sambutannya, Raden Wijaya Kusumawardhana, S.T., MMIB menyampaikan bahwa pembangunan dan pertumbuhan ekonomi telah menunjukkan kriteria dimana rata-rata pertumbuhan ekonomi tumbuh di atas 5%. Kemajuan ekonomi ini selaras dengan strategi pembangunan yang menetapkan keberpihakan yang besar kepada kelompok masyarakat di lapisan ke bawah melalui pembangunan tenaga kerja, transformasi bantuan sosial yang semakin meluas, tepat sasaran dan memiliki dampak nyata kepada peningkatan kesejahteraan.

“Berbagai kemajuan tersebut harus dipertahankan bahkan ditingkatkan dengan cara menciptakan SDM yang unggul. Untuk itu program dan prioritas pembangunan yang menjadi titik perhatian pemerintah saat ini adalah pembangunan SDM”, tambah Raden Wijaya Kusumawardhana, S.T., MMIB.

Raden Wijaya Kusumawardhana, S.T., MMIB, juga berpesan agar lembaga kursus dan pelatihan sebagai lembaga yang mempersiapkan keterampilan untuk siap bekerja, agar menanamkan karakter disiplin dan etos kerja, karena kedua hal tersebut merupakan modal dasar yang kuat. Disiplin dan etos kerja akan mempengaruhi semangat, kualitas, produktivitas untuk mengubah keadaan yang lebih baik, maju dan modern. “Saya berharap komunitas lembaga kursus dan pelatihan semakin banyak berkontribusi dalam membangun negara Indonesia yang semangat melakukan perbaikan serta memajukan bangsa dan negara”, tambahnya.­

Pewarta: Winda Pratiwi

Posted in Berita