Menu Close

Rakor BP PAUD dan Dikmas DIY: Menuju Pencapaian SNP PAUD dan Dikmas Guna Mendukung Renaisans Yogyakarta

Yogyakarta (08/03/2018) BP PAUD dan Dikmas DIY menyelenggarakan rapat koordinasi bersama jajaran PAUD dan Dikmas se-DIY pada tanggal 8 sd 10 Maret 2010 di LPP Convention Hotel Yogyakarta. Kegiatan tersebut bertujuan untuk mensosialisasikan kebijakan pelaksanaan program pendidikan anak usia dini dan pendidikan masyarakat tahun 2018, meningkatkan kualitas dan kuantitas kerja sama antara UPT pusat dan daerah serta pemaparan strategi dan mekanisme pelaksanaan program pendidikan anak usia dini dan pendidikan masyarakat tahun 2018.

Kegiatan rakor tersebut diikuti 60 orang yang terdiri dari Kepala bidang PAUD dan PNF Kabupaten/Kota, Kepala SKB Kabupaten/Kota, Penilik PAUD dan PNF Kabupaten/Kota, BAP DIY, Ketua Himpaudi se-DIY, Ketua Forum PKBM se-DIY, Ketua HISPPI DIY, Ketua HIPKI se-DIY, Pamong Belajar BP PAUD dan Dikmas DIY dan Staf BP PAUD dan Dikmas DIY, Pengawas TK, Ketua IGTKI se-DIY, BPMRPK DIY dan LPMP.

Kegiatan dibuka oleh kepala BPPAUD dan Dikmas DIY, Drs. Bambang Irianto, M.Pd, sekaligus menyampaikan materi tentang Kebijakan BPPAUD dan Dikmas DIY . Materi yang disampaikan antara lain tentang target kinerja tahun 2018, visi dan misi serta tupoksi BPPAUD dan Dikmas DIY.  “BP PAUD dan Dikmas diharapkan memiliki produk/model yang digunakan di satuan PAUD dan Dikmas, memiliki lulusan yang kompeten, lembaga satuan terakreditasi.” Ungkap Bambang Irianto. Pada kesempatan Kepala BP PAUD dan Dikmas DIY juga menjelaskan pelaksanaan program reformasi birokrasi dimana reformasi birokrasi internal yang sudah dilakukan oleh BPPAUD dan Dikmas DIY antara lain adanya website balai, mengoptimalkan ULT serta adanya budaya kerja, serta mengimplementasikan wilayah bebas narkoba. Menurut Bambang Irianto, M.Pd budaya kerja di balai adalah dengan G3K (Gotong royong, Ketulusan, Ketaatan dan Keteladanan).

Peserta  Rapat Koordinasi mendapatkan pengarahan dari Kepala Dinas Dikpora DIY Drs. Kadarmanta Baskara Aji, yang menjelaskan tentang Renaisans Yogyakarta ditujukan guna terciptanya peradaban baru unggul yang menghasilkan ‘manusia yang utama’ (jalmâ kang utâmâ), yang berasaskan ‘rasa keTuhanan, rasa kemanusiaan dan rasa keadilan’, dengan mengandalkan modal dasar ‘kebudayaan dan pendidikan’. “Konsep pendidikan adalah ‘ngangsu kawruh, necep ngelmu’. Artinya, pendidikan tidak hanya berhenti pada pendidikan ilmu pengetahuan saja, tetapi harus merupakan proses ‘anggulawentah’, yang mencakup pendidikan budi pekerti, sebagai bagian dari character building. Pendidikan tidak hanya proses schooling (pembelajaran) tetapi juga terjadi enkulturasi dan akulturasi budaya, yaitu proses memperadabkan generasi.” ungkap Kadarmanta Baskara Aji di depan peserta rakor.

Lebih lanjut Kepala Dinas Dikpora DIY menjelaskan bahwa pendidikan keluarga perlu diperhatikan, harus ada keterpaduan antara pendidikan di keluarga dan di persekolahan, dapat menyambungkan antara sekolah  dengan rumah, bagaimana sekolah dapat menjalin orang tua untuk membangun karakter anak sehingga anak siap untuk menjadi anak Yogyakarta yang bermartabat.

Selanjutnya peserta dibagi menjadi 5 kelompok, masing-masing kelompok mendiskusikan terkait dengan program BP PAUD dan DIKMAS DIY tahun 2018. Kelompok 1 dengan pendamping Drs. Mahmudin, MM mendiskusikan  tentang program pemetaan mutu dan supervisi dengan peserta dari unsur Dinas Kabupaten/Kota dan BAP, harapan mendapatkan data  tim verifikator,  petugas supervisi, analisis dan validasi data sasaran. Kelompok 2  dengan pendamping M.Th. Yetti Pudiyantari, M.Pd. peserta dari utsur PKBM dan penilik, membahas antara lain tentang Diklat pengelola PKBM, Diklat tutor paket C, pengembangan model kesetaraan. Kelompok 3 dengan pendamping  Drs. Bakti Riyanta, peserta dari unsur Himpaudi, IGTKI, pengawas TK, membahas tentang pengembangan model PAUD, diklat PAUD, serta Labsite PAUD. Kelompok 4 dengan pendamping Hasiati, M.Pd, peserta dari BPMRPK DIY, LPMP dan Kwarcab membahas tentang labsite kepramukaan, penjaminan mutu dan media pembelajaran. Kelompok 5 dengan pendamping Drs. Hikmat Widayat peserta dari HISPPI dan HIPKI membahas tentang pengembangan model Pendidikan Kursus dan Pelatihan, diklat LKP dan program PKK dan PKW.

Kebijakan Ditjen PAUD dan Dikmas Tahun 2018 yang disampaikan oleh Sesditjen PAUD dan Dikmas Kemendikbud, Dr. Wartanto, M.Pd. “Dengan terbitnya Standar Pelayanan Minimal (SPM) PAUD dan Kesetaraan sebagai momen strategis untuk memajukan pendidikan anak usia dini dan pendidikan masyarakat sebagai bagian dari upaya memajukan pendidikan nasional,” ungkap Wartanto. Dijelaskan lebih lanjut bahwa tantangannya adalah SPM PAUD adalah masih banyak PAUD yang belum memenuhi Standar Nasional Pendidikan antara lain sarpras seadanya, kompetensi PTK rendah, belum semua menerapkan Kurikulum K13. Sedangkan kebijakan program keaksaraan diprioritaskan  bagi daerah dengan tingkat buta aksara di atas rata-rata nasional melalui Gerakan Indonesia Membaca, kampung literasi, desa vokasi dan berbagai inisiatif lainnya.

Lebih lanjut Dr. Wartatnto menjelaskan kebijakan Dirjen PAUD dan Dikmas Th 2018 yaitu terdiri dari (1) perluasan akses dan penguatan mutu program PAUD dan Dikmas yang tepat sasaran, proses dan hasil pembelajaran; (2) memperkuat mutu satuan PAUD dan Dikmas yang terakreditasi, mandiri dan berdaya saing; (3) memodernisasi dan inovasi pembelajaran PAUD dan Dikmas sesuai perkembangan zaman, iptek dan kearifan lokal; (4) mempererat hubungan kerjasama pemerintah pusat, daerah dan stakeholder dalam membentuk ekosistem PAUD dan Dikmas; (5) mempertahankan wilayah bebas korupsi dan terus meningkatkan tata kelola yang akuntabel dan transparan.

Kegiatan rapat koordinasi pada hari ketiga ditutup dengan presentasi hasil diskusi kelompok yang dipandu oleh Drs. Bakti Riyanta. Kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan kesepakatan kerjasama antara BPPAUD dan Dikmas DIY dan Dinas Pendidikan Kabupaten Kota se-D.I.Yogyakarta tentang pelaksanaan Program PAUD dan Dikmas tahun 2018. Diharapkan melalui rapat koordinasi ini dicapai kesepahaman dan kesepakatan dalam memacu pencapaian SNP program/satuan PAUD dan Dikmas dalam rangka mendukung renaisans Yogyakarta yaitu terciptanya peradaban baru unggul yang menghasilkan ‘manusia yang utama’.

Pewarta: Siti Donatirin

Posted in Berita