Menu Close

Putri Senggani, Kembang Desa Rintisan Kampung Literasi Natah Kulon

Yogyakarta (2018/05/16) Kegiatan pelatihan membatik di Rintisan Kampung Literasi Natah Kulon telah menghasilkan produk karya peserta yang luar biasa. Peserta dengan bimbingan fasilitator Bapak Suyoto dan Ibu Endri meski masih dalam proses belajar mampu menghasilkan produk batik tulis yang dikombinasi dengan cap yang siap untuk dipakai.

Kalau kebanyakan pelatihan membatik hanya menggunakan media kain selebar sapu tangan atau taplak meja, tetapi di pelatihan ini peserta menggunakan media kain sekitar 2 meter. Diharapkan dengan kain selebar itu hasil karya batik selama proses belajar dapat meningkatkan motivasi, mengapresiasi karya sendiri karena dapat dipakai sebagai baju.

Peserta dibimbing membuat pola dengan motif khas bunga senggani. Bunga senggani adalah tanaman khas pegunungan yang banyak ditemukan di Gunungkidul termasuk Natah. Motif tersebut selanjutnya dibatik dengan canting tulis, dipadukan dengan canting cap parang daun.

Inilah hasil karya peserta pelatihan membatik di Rintisan Kampung Literasi Natah. Bukan hanya peserta yang puas terhadap hasil karya batiknya, pendamping pun ikut bangga, seperti terlihat di gambar.

Dan benar saja, warga sangat termotivasi belajar membatik yang dapat dipakai sendiri. Setelah batik hasil karyanya jadi sangat tampak rona kegembiraan di raut wajah para peserta. Para peserta akan menjadikannya karya batiknya menjadi baju untuk dipakainya, dan tampak bersemangat untuk melanjutkan membatik. Di hari terakhir pelatihan, seluruh peserta bersepakat untuk melanjutkan membatik dengan membentuk Kelompok Batik Putri Senggani dan menyepakati motif batik yang dihasilkan dinamai Batik Putri Senggani. Meski baru belajar, banyak yang sudah tertarik untuk membeli dan memesan hasil karya batik Putri Senggani. (B. Riyanta,BP PAUD dan Dikmas DIY)

Pewarta: Bakti Riyanta

Posted in Berita