Menu Close

Program PKH-P Tata Boga Membangun Wirausaha Bersama, Gandheng Gendhong dan Gotong Royong

Yogyakarta (04/09/2018) Pembukaan Program Pendidikan Kecakapan Hidup Perempuan (PKH-P) jenis keterampilan tata boga kerja sama antara UPT SPNF SKB Kota Yogyakarta dan Direktorat Pembinaan Kursus dan Pelatihan Kemdikbud dilaksanakan pada Selasa, 4 September 2018 pagi di Gedung SPNF SKB Unit II Batikan. Kegiatan dibuka oleh Drs. Wahyu Sugeng Sumbono, M.Si, Kepala Bidang Pendidikan Non Formal Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta.

Program PKH-P diikuti oleh 25 peserta perwakilan dari perempuan se-Kota Yogyakarta. Peserta yang juga merupakan ibu rumah tangga mendapatkan materi tata boga sebagai bekal untuk menopang ekonomi keluarga. Pemerintah Kota Yogyakarta memiliki program gandeng-gendong, dan gotong-royong. Hal ini sejalan dengan kegiatan ini dalam mana peserta mendapatkan ilmu pengetahuan menghasilkan karya untuk diterapkan. Ekonomi masyarakat meningkat, masyarakat menggunakan keterampilan yang diperoleh untuk berwirausaha. Gendong, yang tidak mampu konsinyiasi ‘nitip dagangan’ ke pengusaha besar, gendong pengusaha kecil. Gandeng, bergandengan, bermitra, dalam rangka peningkatan ekonomi,  menuju ekonomi semakin baik.

“Setelah memiliki keterampilan, program berikutnya mengadakan kursus kewirausahaan, membuat perencanaan bisnis, mendapat bantuan modal. Cari bahan yang mudah diperoleh dari lingkungan sekitar, murah, dan banyak orang yang membutuhkan. Bisnis tidak harus punya pasar, bisnis online. Bagaimana manajemen bisnisnya? Kondisi pangsa pasarnya? Tuhan menyebar rejeki di alam semesta, tergantung bagaimana kita berusaha. Modal utama  adalah semangat dan kemauan. Manajemen keuangan agar tidak kehabisan modal. Bagi para hobbies harga mahal tetap diburu, misalnya ikan hias, ikan koi, tanaman langka, bunga anggrek, dan jenis bunga langka lainnya. Warung dengan harga murah, menu sederhana yang membuat kenyang mempunyai banyak pelanggan. Peluang bisnis kuliner sangat besar”, jelas Sugeng dalam kata sambutan pembukaan kegiatan.

Banyak peluang bisnis kuliner, membuat branded dengan sensasi sebagai strategi pasar. Tempat tersembunyi tapi banyak pembeli karena sukses pemasaran dan enak rasanya. Sensasinya yang dijual, menciptakan rasa yang beda, membuat orang penasaran, tidak perlu tempat strategis. Mencoba bisnis sederhana, bisnis kecil-kecilan dulu. Semangat mengikuti diklat, tekun dan diterapkan untuk membuka peluang usaha. Bisnis harus dikembangkan dengan strategi, sehingga bisa menopang ekonomi, meningkatkan pendapatan keluarga.

Tony Sunaryanta, M.Pd., Pamong Belajar UPT SPNF SKB Kota Yogyakarta menambahkan, bahwa semua kegiatan di UPT SPNF SKB Kota Yogyakarta memberikan kesempatan belajar untuk anak usia dini, usia sekolah seperti pendidikan kesetaraan dan vokasi. Membantu masyarakat untuk pembelajaran, untuk kegiatan PKH-P khusus untuk ibu rumah tangga dan perempuan.

“UPT SPNF SKB berharap peserta mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh. Paling tidak untuk mencukupi diri sendiri, bahkan untuk membuka peluang usaha. Tidak sekedar belajar masak saja, tapi belajar berorganisasi, membuat ijin Produk Industri Rumah Tangga (PIRT) bersama, membentuk bidang pemasaran. Terjalin hubungan erat setelah kursus, dilanjutkan hubungan dan komunikasi lebih lanjut tentang pemasaran, perijinan dan serta wajib pajak”, pungkas Tony. [srw/fep]

Pewarta: Sabatina Rukmi Widiasih

Posted in Berita