Menu Close

Perangkai bunga (Florist) Menjadi Profesi yang Menjanjikan

Yogyakarta (28/03/2019) Sebanyak lima orang pengurus DPD Ikatan Perangkai Bunga Indonesia (IPBI) DIYmelakukan audiensi kepada Kepala BP PAUD dan Dikmas DIY dan jajarannya. Rombongan DPD IPBI DIY dipimpin Ibu Hervia Budi selaku Ketua DPD IPBI DIY.

“Anak muda saat ini kurang tertarik dengan keterampilan merangkai bunga, padahal merangkai bunga termasuk janur saat ini sudah menjadi profesi yang menjanjikan.” Hal tersebut disampaikan Ketua DPD IPBIDIY. Oleh karena itu menjadi tantangan bagi IPBI untuk terus mengembangkan keterampilan merangkai bunga di kalangan generasi muda, tidak hanya di kalangan ibu-ibu PKK seperti yang dilakukan selama ini. Padahal permintaan dunia entertainment dan aktivitas masyarakat terhadap merangkai bunga semakin tinggi. Karena itulah muncul bajak membajak florist yang terampil oleh dunia usaha atau pun lembaga pendidikan.

Sementara itu LKP yang membuka program keterampilan merangkai bunga atau florist masih sangat sedikit, padahal untuk uji kompetensi sebaiknya peserta dididik terlebih dahulu di LKP sehingga menguasai teori dan teknik dasar merangkai bunga dalam berbagai level.Oleh karena itu IPBI DIY mengharapkan agar BP PAUD dan Dikmas memberikan bantuan atau dorongan agar di Yogyakarta dapat dibentuk TUK Merangkai bunga.

Pada kesempatan itu Kepala BP PAUD dan Dikmas DIY, Eko Sumardi, M.Pd., didampingi Kasi PPSD dan Koordinator Pamong Belajar menjelaskan bahwa BP PAUD dan Dikmas DIY tidak bisa melakukan intervensi kepada Lembaga Sertifikasi Kompetensi (LSK), karena LSK adalah lembaga mandiri bukan lembaga pemerintah. Kontribusi BP PAUD dan Dikmas bisa menjadi TUK, jika memenuhi syarat. Namun sebaiknya TUK adalah satuan pendidikan (LKP) yang memenuhi syarat.KP merangkai bunga walaupun masih sedikit sudah menjadi embrio untuk mengembangkan keterampilan merangkai bunga, juga mengembangkan pendirian TUK di Yogyakarta sehingga biaya tinggi dapat dipangkas.LKP perlu lebih banyak melakukan sosialisasi tentang keterampilan merangkai bunga dengan menunjukkan bahwa kini merangkai bunga sudah menjadi profesi tidak sekedar hobi.

Pada bagian lain ibu Wiwin selaku sekretaris DPD IPBI DIY juga menjelaskan fakta bahwa merangkai bunga sudah menjadi profesi, untuk itulah uji kompetensi yang merupakan sertifikasi bagi florist menjadi sangat penting. Hal ini untuk memberikan jaminan kepada pelanggan yang menggunakan jasa mereka agar mendapatkan layanan yang sesuai standar.Selanjutnya Ibu Hervia dan kawan kawan menjelaskan dua jenis spesies bunga yang berasal dari Yogyakarta, bahkan diangap tanaman perdu namun ternyata indah dan bermanfaat untuk dijadikan hiasan. Hal ini menjadi peluang berkembangnya bisnis florist dan LKP merangkai bunga.

Pewarta: Fauzi Eko Pranyono

Posted in Berita