Menu Close

Pendidik PAUD DIY Siap Menjadi Guru Kreatif Penggerak Merdeka Belajar

Yogyakarta (29/06/2020) Workshop Guru Kreatif (WGK) secara daring dengan tema Guru Kreatif Penggerak Merdeka Belajar Mengokohkan Peradaban Bangsa diselenggarakan Pengurus Wilayah Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (HIMPAUDI) Daerah Istimewa Yogyakarta. Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Balai Pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (BP PAUD dan Dikmas) Daerah Istimewa Yogyakarta, Drs. Eko Sumardi, M.Pd., Ketua Umum Pimpinan Pusat HIMPAUDI, Prof. Dr. Netti Herawati, M.Si. Peserta WGK meliputi pendidik PAUD (KB, TPA,SPS) di seluruh wilayah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta sejumlah kurang lebih 500 pendidik PAUD yang dilaksanakan melalui Zoom dan kanal YouTube. 

Penyelenggaraan WGK secara daring dimaksudkan untuk memotivasi semangat belajar sepanjang hayat bagi pendidik PAUD di tengah situasi pandemi Covid-19. HIMPAUDI sebagai organisasi profesi turut berkontribusi mewujudkan kualitas pendidik PAUD yang professional. WGK daring ini menjadi salah satu program kerja PW HIMPAUDI DIY pada periode keempat masa kepengurusan ini guna mengawal peningkatan kompetensi pendidik PAUD. Dari 9.984 pendidik se-DIY, baru sekitar 900 pendidik yang telah mengikuti WGK. Ini artinya bahwa penyelenggaraan kegiatan peningkatan kualitas pendidik seperti diklat, worksop, seminar dan yang sejenisnya masih sangat dibutuhkan terutama pada masa pandemi Covid-19 saat ini. “Di masa pandemi Covid-19 pendidik perlu menyusun program PAUD from home yang baik dan program terkait pemberdayaan orang tua termasuk parenting. Selanjutnya perlu dikonsepkan program pendampingan orang tua agar mereka siap mendampingi anak-anak belajar di rumah. Himpaudi ada untuk masa depan bangsa”, sambutan Zamzami Ulwiyati Darojad, S.Ag, Ketua PW HIMPAUDI Daerah Istimewa Yogyakarta.

BP PAUD dan Dikmas Daerah Istimewa Yogyakarta bersyukur bermitra dengan HIMPAUDI yang memiliki komiten yang luar biasa dalam memberikan motivasi dan semangat bagi para pendidik untuk maju. Dengan memberi bekal bagi guru PAUD di era pandemi Covid-19 ini dapat melakukan sebuah kegiatan pembelajaran yang dibutuhkan dan sangat tepat di era pandemi Covid-19. Bulan depan PPDB PAUD walaupun banyak tantangan yang dihadapi dalam penerimaan peserta didik baru, BP PAUD Dikmas DIY bekerjasama dengan media massa setempat memfasilitasi untuk merekrut peserta didik baru melalui media daring. Pihak Dinas Pendidikan dari beberapa kabupaten kota di Daerah Istimewa Yogyakarta mensinyalir adanya penurunan pendaftar PAUD karena pandemi Covid-19, sehingga perlu himbauan melalui media massa atau spanduk maupun via daring, untuk mengekspos program PAUD agar anak usia dini mendaftarkan diri ke PAUD terdekat. Sehingga anak-anak masuk data pokok pendidikan dan mendapatkan Bantuan Operasional Penyelenggaraan PAUD. “WGK merupakan kegiatan yang sangat strategis di era pandemi Covid-19. Terima kasih kepada panitia PW HIMPAUDI Daerah Istimewa Yogyakarta yang telah merancang kegiatan dengan penuh keikhlasan dan kreatifitas, agar anak-anak usia emas benar-benar menjadi generasi emas yang diharapkan negara dan bangsa Indonesia tercinta. Terima kasih juga kepada PP HIMPAUDI yang telah memfasilitasi narasumber yang kompeten sehingga dapat memberi pencerahan terhadap pendidik PAUD di Daerah Istimewa Yogyakarta. Kepada seluruh peserta, selamat workshop, semoga ilmu yang diperoleh dapat diterapkan pada pendidikan anak usia dini, sehingga bermanfaat dan dapat diaplikasikan di era pandemi Covid-19”, sambutan Drs. Eko Sumardi, M.Pd., Kepala BP PAUD dan DIKMAS Daerah Istimewa Yogyakarta sekaligus membuka acara WGK daring.

Prof. Dr. Netti Herawati, M.Si., Ketua Umum PP HIMPAUDI memberi apresiasi untuk PW HIMPAUDI Daerah Istimewa Yogyakarta yang telah menyelenggarakan WGK daring di era pandemi Covid-19 sesuai protokoler kesehatan. Anak usia dini adalah calon pemimpin masa depan. Untuk menjadi pemimpin harus belajar merdeka. Pemimpin adalah orang yang mengetahui jalannya, sehat, dipercaya dan jujur, menginspirasi, dan mampu menjadi komunikator yang handal. “Guru diharapkan mampu menghantarkan anak menjadi pemimpin, bukan sebagai robot,” papar Bundo Netti saat presentasi materi worksop. Selain nilai-nilai karakter, gizi dan kesehatan juga penting untuk diberikan pada anak. Gizi menjadi keperluan anak untuk mencegah stunting, termasuk pembiasaan sarapan, kegiatan cooking class, makan bersama dan pemberian makanan tambahan (PMT). Tantangan bagi guru adalah keterbatasan, baik sarana maupun prasarana lembaga, bahkan pada kondisi darurat seperti saat ini.  “Dengan segala keterbatasan dan kedaruratan, guru harus kreatif. Anak yang belajar langsung di alam akan lebih cerdas dan dapat mengenal Tuhan dibandingkan belajar dengan miniatur alam di ruang kelas. Langsung mengamati ikan lebih merangsang kreatifitas anak, dibandingkan bermain ikan plastik.  Anak kreatif lebih siap hidup pada zaman apapun. Guru kreatif, penggerak merdeka belajar, mengokohkan peradaban bangsa dan Pancasila, kompeten dan profesional dalam keadaan apapun. Salam guru Indonesia, Guru Kreatif Penggerak Merdeka belajar!”, pungkas Bundo Netti.

Pewarta: Sabatina RW.

Posted in Berita