Menu Close

Pelatihan “Pranatacara Basa Jawa Gagrag Ngayogyakarta” SPNF Sanggar Kegiatan Belajar Kabupaten Bantul

Yogyakarta (08/02/2021). SPNF Sanggar Kegiatan Belajar Kabupaten Bantul menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Pranatacara Basa Jawa Angkatan I Tahun 2021. Kegiatan tersebut dibuka oleh Haryadi Iswanto, S.Pd., Kepala SPNF Sanggar Kegiatan Belajar Kabupaten Bantul. Kegiatan ini diikuti oleh 25 peserta penduduk di wilayah Kabupaten Bantul secara tatap muka dengan mematuhi protokol kesehatan.

Haryadi Iswanto, S.Pd. dalam sambutan pengarahan mengingatkan kepada seluruh peserta untuk mematuhi protokol kesehatan selama mengikuti pelatihan dan mengikuti semua materi dengan sungguh-sungguh. Pada tahun ini sebagai penyelenggaran angkatan pertama di tahun 2021 dengan materi tambahan geguritan. “Selain materi tentang pembawa acara bahasa Jawa mulai tahun ini ditambah materi geguritan. Sebagai orang Jawa setidaknya mengenal dan bisa menuliskan geguritan, selain belajar tembang Jawa dan tata cara upacara pernikahan gaya Yogyakarta,” paparnya.

Tri Iswanto yang akrab disapa Iwan dan Supriyanto, S.Kom., narasumber yang memberikan materi dasar pembawa acara bahasa Jawa. Beberapa materi diantaranya, Werdining Pranatacara, Cecala, Pambagya, Pasrah Panampi, Siraman, Boyongan, Tembang, Geguritan, Aksara Jawa, dan Busana Gagrag Ngayogyakarta. “Harapannya budaya Jawa tetap lestari, tidak perlu malu berpakaian Jawa. Sehingga bergerak dari akar rumput membawa budaya Jawa yang adi luhung semakin dikenal oleh masyarakat luas, dikenal pada tingkat nasional bahkan internasional,” pungkas Iwan.

Peserta Pranatacara Basa Jawa SPNF SKB Bantul

Kasmanto, S.Pd., Pamong Belajar SPNF SKB Kabupaten Bantul menjelaskan bahwa kegiatan Pelatihan Pranatacara Bahasa Jawa Gagrag Ngayogyakarta merupakan kegiatan rutin setiap tahun. Pada masing-masing angkatan sejumlah dua puluh lima peserta, sehingga banyak peserta yang berminat tercantum dalam daftar tunggu. Sejak peluncuran program pertama sampai dengan sekarang antusias dan minat masyarakat untuk mengikuti pelatihan pranatacara bahasa Jawa selalu ada, dengan usia dan profesi beragam.

“Saya sangat senang mendapatkan kesempatan mengikuti pelatihan ini. Selain menambah pengetahuan tentang bahasa Jawa dalam membawakan acara, saya akan berlatih berbicara dengan bahasa Jawa di muka umum,  dan mengetahui tata cara upacara pernikahan dan resepsi adat Yogyakarta,” tutur Ulimaz Budi Utami, peserta termuda.

Pewarta: Sabatina Rukmi Widiasih

Posted in Berita