Menu Close

Pekan Pendidikan Jogja Ke-3, BPPAUD dan Dikmas DIY Adakan Bincang Publik “Pembelajaran Pendidikan Kesetaraan dan PAUD di Tengah Pandemi Covid-19”

Yogyakarta (06/05/2020) BPPAUD dan Dikmas DIY menyelenggarakan bincang publik dengan tema “Pembelajaran Pendidikan Kesetaraan dan PAUD di Tengah Pandemi Covid-19”, Selasa (05/05). Bincang publik kali ini dilaksanakan secara daring melalui siaran langsung Instagram serta Facebook. Kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian acara di Pekan Pendidikan Jogja ke 3. Narasumber dalam kegiatan ini adalah Drs. Fauzi Eko Pranyono serta Siti Donatirin, S.P., M.Pd., keduanya Pamong Belajar BPPAUD dan Dikmas DIY.

Sesi pertama bincang publik diisi oleh Siti Donatirin, S.P., M.Pd. dengan moderator Yohanes Lilik Subiyanto, S.Pd., M.Hum. dari Pamong Belajar BPPAUD dan Dikmas DIY. Materi pada sesi pertama ini membahas tentang pembelajaran pada pendidikan anak usia dini (PAUD). Siti Donatirin, S.P., M.Pd memaparkan hasil pemantauan yang dilakukan BPPAUD dan Dikmas DIY pada 27 April 2020 tentang pelaksanaan kegiatan belajar di rumah untuk PAUD. “Responden itu ada 1664, dari 1664 responden itu hampir semuanya menyatakan bahwa sudah melakukan kegiatan pembelajaran untuk anak usia dini itu dirumah,” jelasnya. Siti Donatirin, S.P., M.Pd. menambahkan pembelajaran dirumah dilakukan dengan sistem pendidik memberikan penugasan program-program kepada orang tua untuk dilakukan di rumah. “Walaupun memang ada keterbatasan dari orang tua itu sendiri bahwa sebagian besar belum memiliki pengalaman untuk mengajar,” tambahnya.  

Pelaksanaan Bincang Publik Sesi 2: Pendidikan Kesetaraan

Sesi selanjutnya mengangkat tema tentang Pendidikan Kesetaraan. Narasumber pada sesi ini adalah Drs. Fauzi Eko Pranyono dengan moderator Drs. Petrus Haditi Hastungkoro. Pada kesempatan tersebut Drs. Fauzi Eko Pranyono menyebutkan dalam masa pandemi ini Pendidikan Kesetaraan lebih siap dibandingkan dengan pendidikan formal dalam penerapan Belajar dari Rumah. “Di dalam standar proses pendidikan kesetaraan ada yang disebut dengan belajar mandiri, jadi belajar mandiri itu sudah belajar dari rumah menurut pendidikan kesetaraan,” jelasnya. Meskipun secara masih ada pola pembelajaran lain dalam pendidikan kesetaraan, yaitu tutorial serta tatap muka yang tidak bisa dilakukan selama pandemi kecuali dilakukan secara daring.

Pewarta : Gita Kurnia Graha

Posted in Berita