Menu Close

Mutu Pendidikan Menyongsong Industri Milineal 4.0

Yogyakarta (22/12/2018) Balai Pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat, melaksanakan kegiatan  Rapat Koordinasi Hasil Program yang dilaksanakan tanggal 19 s.d 21 Desember 2018 di LPP Convention Center, yang diikuti oleh utusan Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota, Lembaga Mitra,  Balai Pengembangan Media Radio Pendidikan dan Kebudayaan,  staf dan Pamong Belajar BP PAUD dan Dikmas D.I.Yogyakarta sejumlah 60 orang.

Rakor antara lain membahas evaluasi program yang dilakukan sebagai pertanggungjawaban publik setelah kegiatan dilaksanakan. “Untuk itu ke depan mohon dukungan agar program dapat berjalan baik”, kata Cipto Suncoko dalam sambutan pembukaan. Dilanjutkan dengan penyampaian materi program yang sudah dilaksanakan, diantaranya pengembangan model. Model yang disusun baik untuk model PAUD, LKP dan PKBM diharapkan dapat diterapkan untuk pendidikan nonformal yang mendukung delapan standar nasional pendidikan. Model yang  bermanfaat untuk kemajuan pendidikan nonformal , merupakan tolok ukur keberhasilan lembaga. Selanjutnya rencana program yang akan dilaksanakan tqhun 2019, yaitu pengembangan model 7 naskah, pemetaan Mutu dan Supervisi sejumlah 400 lembaga, Kemitraan, meliputi publikasi dan bantuan operasional pendidikan, penguatan sumber daya manusia sejumlah 300 orang dan layanan sarana dan prasarana internal.

Hari kedua dilanjutkan dengan materi  Evaluasi Program Balai Pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat yang disampaikan Kepala Balai, yang meliputi tugas, pokok dan fungsi Balai.  Fungsi Balai ada 8, yaitu pengembangan program, pemetaan mutu dan supervise satuan pendidikan anak usia dini dan pendidikan masyarakat, merupakan core bisnisnya. Selain itu masih ada fasilitasi penyusunan dan pelaksanaan program, pengembangan sumber daya, pengelolaan sistim informasi, pelaksanaan kemitraan dan pelaksanaan urusan administrasi.

Materi dari Kasubag Umum, meliputi perencanaan, keuangan, kepegawaian, ketatalaksanaan, ketatausahaan, hubungan masyarakat, kerumahtanggaan, pengelolaan informasi dan kemitraan, dan barang milik Negara.

Sedang Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta, Kadarmanto Baskara Aji dalam materinya menyampaikan bahwa, “Sri Sultan Hamengku Buwono mencanangkan pada tahun 2025 Yogyakarta sebagai kota pendidikan terkemuka”.  Hal ini harus disikapi dengan bijak. Jalur nonformal terutama Lembaga Kursus dan Pelatihan diharapkan mampu menangkap peluang tersebut. Jenis kursus yang diberikan mampu diserap dunia kerja.

Hari ketiga, dari Kepala Bagian Perencanaan dan Penganggaran Setditjen PAUD dan Dikmas, Agus Pranoto Basuki menyampaikan bahwa “Pemerintah sudah memberikan perhatian untuk lembaga dalam bentuk  Bantaun Operasional Pendidikan (BOP). BOP  yang diberikan memang belum dapat membantu sepenuhnya penyelenggaraan pendidikan, maka  kekurangannya ditanggung oleh peserta sendiri. Kedepan pada era industry milineal atau 4.0, semua perusahaan membutuhkan lisensi, sehingga semua orang harus mempunyai kompetensi.” Acara ditutup oleh Kepala Bagian Perencanaan dan Penganggaran.

Pewarta: Hasiyati

Posted in Berita