Menu Close

Mengawal Semangat Literasi Desa Natah Lewat Apresiasi/Lomba Seni Budaya*

*Hasil Penulisan Dokumen Kampung Berbasis Seni Budaya

Pekan Potensi dan Gebyar Kampung Literasi dan Sarasehan Kampung Literasi di Desa Natah yang digelar pada tanggal 28 Desember 2017, bertempat di Kampung Natah Kulon, Natah, Nglipar, Gunungkidul telah dilaksanakan oleh Balai Pengembangan PAUD dan Dikmas Daerah Istimewa Yogyakarta. Acara yang melibatkan unsur pengelola kampung Litaerasi Song Konglomerat Natah ini dihadiri oleh Kepala Balai Pengembangan Paud dan Dikmas DIY, Bapak Drs. Bambang Irianto, M.Pd, didampingi Kasi Pengembangan Program dan Sumber Daya, Dr. Cipto Suncoko. Turut hadir pula Perwakilan dari Dinas Dikpora Kabupaten Gunungkidul, Perpusda Gunungkidul, Dinas Kebudayaan Gunungkidul dan Dinas Pariwisata Gunungkidul, serta Polsek Nglipar, Koramil Nglipar serta unsur Muspika dari Kecamatan Nglipar dan Kelurahan Natah.

Acara tersebut selain merupakan rangkaian dari proses pembentukan labsite Kampung Literasi yang telah dilaksanakan oleh Balai Pengembangan PAUD dan Dikmas DIY sejak bulan Oktober silam, juga menampilkan atraksi kesenian khas desa Natah, yaitu Gejog Lesung dan Jathilan. Berdasarkan acara tersebut, Kepala Balai Pengembangan PAUD dan Dikmas DIY Drs. Bambang Irianto, M.Pd mengharapkan agar kegiatan pembentukan Labsite tersebut dapat berlanjut menjadi sebuah sinergi yang lebih baik lagi. Terutama bagi perkembangan proses Literasi masyarakat dapat ditingkatkan sehingga terpenuhi berbagai jenis Literasi bagi masyarakat, tidak hanya terbatas pada literasi baca tulis. Hal tersebut dimaksudkan agar masyarakat mampu secara mandiri dan kreatif mengelola potensi dan output yang ada. Beliau juga menyatakan rasa salutnya terhadap antusiasme dan semangat warga serta memberikan masukan kepada pihak terkait agar meningkatkan koordinasi serta membentuk satuan belajar maupun lembaga pelatihan sebagai bentuk tindak lanjut program yang secara kontinyu dan komprehensif juga akan berusaha didukung oleh BP PAUD dan Dikmas DIY bersama instansi terkait. Terkait hal tersebut, salah satu pengelola kampung literasi, Bapak Heru Pranowo, juga menyatakan kesiapannya untuk terus mendampingi dan berusaha mengembangkan proses pengelolaan kampung Literasi Natah.

Berbagai rancangan dan rencana yang berusaha dijalankan setelah selesainya acara pekan potensi dan sarasehan kampung literasi tersebut, memang menjadi suatu hal yang tak kalah penting dalam upaya pengembangan sumberdaya masyarakat. Seperti halnya sebuah upaya penguatan (reinforcement) positif dalam proses belajar, yang tidak hanya berupa reward verbal, namun juga secara materi. Seperti yang telah dilaksanakan terhadap beberapa hasil kesenian dan budaya-adat masyarakat dalam acara pekan potensi dan publikasi tersebut. Hal ini dimaksudkan agar motivasi dan kepercayaan diri masyarakat dapat terjaga dan berkembang. Juga sebuah upaya untuk meningkatkan perilaku dan pola berfikir berdasarkan apresiasi terhadap hasil karya dan kekayaan masyarakat tersebut. Sehingga diharapkan muncul ide kreatif dalam mengemas produk dan kekayaan yang dimiliki menjadi suatu bentuk komoditi yang mampu menarik konsumen dalam pasar yang lebih luas agar terciptanya masyarakat yang produktif dan mandiri.

Pewarta: Guntur Yoga

Posted in Berita