Menu Close

Mendikbud Meluncurkan Kurikulum 2013 Pendidikan Kesetaraan Berbasis Pembelajaran Modul


Mendikbud Muhadjir Effendi, Dirjen PAUD Harris Iskandar, Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi, Bupati Deliserdang H Ashari Tambunan memencet tombol tanda peluncuran kurikulum 2013 dengan pembelajaran modul pendidikan kesetaraan. [Foto: Ist]

Deli Serdang (08/09/2018) Menteri Pendidikan dan Kebudayaan secara resmi melakukan peluncuran Kurikulum 2013 pendidikan kesetaraan berbasis pembelajaran modul dengan menekan tombol sirine.  Peresmian tersebut dilakukan dalam rangkaian Hari Aksara Internasional yang dipusatkan di Alun-alun Kota Deli Serdang Sumatera Utara.

Peluncuran kurikulum 2013 pendidikan kesetaraan dengan pembelajaran berbasis modul dilakukan di sela-sela peringatan Hari Aksara Internasional ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk segera mengimplementasikan kurikulum 2013. Dengan adanya peluncuran tersebut maka satuan pendidikan penyelenggara pendidikan kesetaraan wajib untuk segera melaksanakan kurikulum 2013. Bersama dengan peluncuran tersebut diresmikan pengunaan modul pendidikan kesetaraan.

Penggunaan modul pada pendidikan kesetaraan merupakan terobosan baru agar pembelajaran menjadi lebih menarik, dan dilaksanakan berbasis kompetensi. Setiap mata pelajaran disajikan dalam modul yang dapat dilakukan dengan belajar mandiri, tutor cukup memberikan pendampingan jika peserta didik mengalami kesulitan belajar. Di samping itu proses belajar berbasis modul perhitungan beban belajar menggunakan satuan kredit kompetensi (SKK). Setiap modul mata pelajaran memiliki bobot SKK tertentu, sehingga lama belajar akan bergantung pada keseluruhan SKK yang disyaratkan pada setiap jenjang.

Oleh karena itu setelah peresmian kurikulum 2013 pendidikan kesetaraan, setiap satuan pendidikan nonformal penyelenggara pendidikan kesetaraan wajib mulai melaksanakan kurikulum baru yang menantang tersebut.

Pada acara puncak HAI tersebut, Mendikbud juga menyerahkan penghargaan kepada 22 tokoh adat pendukung pendidikan keaksaraan pada komunitas adat terpencil/khusus, di antaranya Ngukir dari suku anak dalam Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi, Juhen dari suku Talang Mamak, Kabupaten Indragiri Hulu, Provinsi Riau, Sukiman dari Suku Sasak Watu Telu, Kabupaten Lombok Timur Provinsi NTB, Sem Benu dari Suku Boti, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Provinsi NTT.

Di samping itu diberikan penghargaan yakni Anugerah Pegiat Aksara bagi tutor, penyelenggara dan tokoh masyarakat. Penghargaan Apresiasi untuk Pegiat Perempuan Pendidik Kesehatan, Keberaksaraan Peserta Didik Pendidikan Keaksaraan Dasar, Keberaksaraan Peserta Didik Pendidikan Keaksaraan Usaha Mandiri. Selanjutnya, Penghargaan Apresiasi Kelembagaan Pusat Kegiatan Belajar Basyarakat, Kelembagaan Sanggar Kegiatan Belajar dan Taman Bacaan Masyarakat Kreatif-Rekreatif.

Pewarta: Fauzi Eko Pranyono

Posted in Berita