Menu Close

Mendikbud Luncurkan Program Sekolah Penggerak

Yogyakarta (01/02/2021) Program Sekolah Penggerak resmi diluncurkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Nadiem Makarim, melalui kanal Youtube Kemendikbud RI, Senin (1/2). Program ini merupakan lanjutan rangkaian Program Merdeka Belajar yang telah dicanangkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sejak 2019 silam. Acara dihadiri oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri, Dr. Ir. Muhammad Hudori, M.Si., Ketua Komisi X DPR RI, H. Syaiful Huda, Sekretaris Jenderal Kemdikbud, Prof. Ainun Na’im, Ph.D., Direktur Jenderal PAUD, Dikdas dan Dikmen, Jumeri, S.TP., M.Si., Direktur Jenderal GTK Kemdikbud, Dr. Iwan Syahril, Ph.D., serta Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan dan Perbukuan Kemdikbud, Totok Suprayitno, Ph.D. Hadir pula seluruh Gubernur, Walikota, Bupati serta Kepala Dinas Pendidikan seluruh Indonesia.

Sekolah Penggerak merupakan sekolah yang berfokus pada pengembangan hasil belajar siswa secara holistik dengan mewujudkan Profil Pelajar Pancasila. Kemdikbud berkolaborasi dengan pemerintah daerah dalam pelaksanaannya. Program ini diawali dengan Sumber Daya Manusia yang unggul. “Semua transformasi pendidikan ujung-ujungnya adalah kualitas Guru dan kepemimpinan Kepala Sekolah,” ujarnya. Terdapat empat hasil akhir yang akan dicapai dari program ini. Pertama, hasil belajar yang diatas rata-rata. “Numerasi, literasi dan berbagai macam hal yang kita lihat harus meningkat diatas rata-rata,” tambahnya. Hasil yang kedua adalah lingkungan belajar yang aman, nyaman, inklusif dan menyenangkan. Ketiga, pembelajaran yang berpusat pada murid dan Keempat adalah perencanaan program anggaran berbasis refleksi diri serta pengimbasan yang dilakukan oleh sekolah.

Terdapat lima intervensi yang dilaksanakan untuk mencapai hasil akhir yang diharapkan. Pertama, Kemdikbud melakukan pendampingan konsultatif dan asimetris melalui UPT masing-masing provinsi. UPT Kemdikbud akan melakukan pendampingan bagi pemerintah provinsi dan kabupaten/kota dalam perencanaan dan implementasi Program Sekolah Penggerak. Kedua, penguatan SDM sekolah. Penguatan dilakukan melalui program pelatihan dan pendampingan intensif kepada Kepala Sekolah, Guru, Pengawas Sekolah dan Penilik oleh pelatih ahli dari Kemdikbud. Ketiga, pembelajaran dengan paradigma baru. Pembelajaran dirancang berdasarkan prinsip pembelajaran yang terdiferensiasi sehingga setiap siswa belajar sesuai dengan kebutuhan dan tahap perkembangannya. Keempat, perencanaan berbasis data. Kemudian yang kelima adalah digitalisasi sekolah.

Penerapan Program Sekolah Penggerak dilaksanakan secara bertahap dimulai Tahun Ajaran 2021/2022. Berikut tahapan pelaksanaannya.

Setelah Tahun Ajaran 2024/2025, pada tahun keempat, program tetap dilanjutan dengan penambahan jumlah Sekolah Penggerak. Berlanjut pada tahun berikutnya dengan seluruh satuan pendidikan di Indonesia telah menjadi Sekolah Penggerak.

Nadiem Makarim menegaskan bahwa Program Sekolah Penggerak merupakan salah satu kebijakan Kemdikbud untuk mempercepat peningkatan mutu pendidikan yang ada di daerah. “Sekolah Penggerak ini bukanlah sekolah unggulan. Ini bukan sekolah yang nanti menjadi sekolah favorit, karena inputnya tidak berubah dan dipilih dari bermacam level, mulai dari sekolah yang tingkat numerasi masih belum memadai. Karena kita ingin melihat perubahan yang terjadi melalui proses transformasi ini,” tegasnya. Satuan pendidikan yang telah menjadi Sekolah Penggerak akan memberikan efek multiplier kepada sekolah lainnya. Artinya, sekolah tersebut dapat menjadi rujukan serta memberikan mentoring bagi sekolah-sekolah disekitarnya.

Pendaftaran Program Sekolah Penggerak dimulai dari pendaftaran Kepala Sekolah. Pendaftaran di saerah penyelenggara Program Sekolah Penggerak 2021 dibuka untuk Kepala Sekolah semua jenjang mulai dari PAUD (5-6 tahun), SD, SMP, SMA, dan SLB. Pendaftaran masih dibuka hingga tanggal 6 Maret 2021 melalui situs sekolah.penggerak.kemdikbud.go.id/pendaftaran-sekolah-penggerak.

Pewarta: Gita Kurnia Graha

Posted in Berita