Menu Close

Lomba Gejog Lesung dalam rangka Pelestarian Budaya di Kampung Literasi Natah Nglipar Gunungkidul

BP PAUD dan DIKMAS DIY pada tanggal 28 Desember 2017 menyelenggarakan Gebyar Kampung Literasi  Song Konglomerat di Daerah Gunung Kidul, tepatnya di dusun Natah Kulon, Desa Natah, Kecamatan Nglipar, Kabupaten Gunung Kidul

Berbagai kegiatan dan potensi ditampilkan pada acara tersebut, diantaranya pameran  hasil kerajinan Batik, Hasil Kerajinan Kayu, hasil masakan-masakan khas Gunung Kidul, berbagai macam Lomba, dan menampilkan potensi kesenian diantaranya Penthol Bejer, Jathilan dan Karawitan, dan tidak lupa di tampilkan pula adanya TBM Song Keris dan adanya berbagai potensi wisata yang bisa dikembangkan yang terakomodasi di Kampung Literasi di daerah Natah Nglipar Gunung Kidul.

Ada berbagai lomba diadakan di acara Gebyar Kampung Literasi tersebut diantaranya adalah Lomba Ingkung tradisi, Lomba tumpeng Thiwul, , Lomba menulis naskah dokumen, dan Lomba Gejog Lesung.

Gejog lesung salah satu lomba yang diikuti oleh ibu-ibu dan bapak-bapak  dari  lima (5)  RT yang ada di wilayah Natah Kulon. Gejog lesung merupakan permainan alat musik dari Alu yang ditumbukkan ke lesung, dimainkan oleh kurang lebih 12 (duabelas) orang 5-6 orang penabuh  dan peserta  lainnya menyanyi (nembang) dan menari (berjoget).

Gejog Lesung adalah permainan Alu yang ditumbukkan pada Lesung. Alu  adalah sabah kayu panjang untuk menumbuk padi dan Lesung adalah sebuah kayu panjang yang dibuat menyerupai perahu dan digunakan untuk tempat padi ditumbuk, untuk memisahkan padi dari tangkainya. Ditangan ibu-ibu petani di Yogyakarta,  alu dan lesung ini selain untuk menumbuk pagi dapat dimainkan layaknya alat musik dan dapat menciptakan alunan musik yang indah, yang dikenal dengan Gejog Lesung.

Ada cerita yang melegenda tentang gejog lesung ini. Dipercaya oleh masyarakat bahwa Gerhana Bulan merupakan peristiwa dimana Bulan akan dimakan oleh Raksasa Kala di saat Nini Thowong  sedang tertidur,sudah separo bulan berhasil dimakan raksasa kala sehingga bumi semakin gelap,  oleh karena itu msayarakat berusaha untuk membangunkan Nini Thowong dengan menciptakan bunyi-bunyian salah satunya dengan gejog lesung, sehingga Nini Thowong terbangun , kemudian bulan dapat terbebas kembali

Seiring berjalannya waktu, dimana menumbuk padi sudah digantikan oleh masin,  maka alat tumbuk padi tradisional ini sudah tidak digunakan lagi oleh masyarakat, maka alunan musik indah dari alat tradisional alu dan lesung atau dikenal Gejog Lesung sudah jarang dimainkan, dan hanya dimainkan pada saat tertentu saja misalnya upacara adat, pesta panen, menyambut tamu dan sebagainya , dikhawatirkan akan semakin menghilang, karena generasi muda kita sudah tidak mengenal. Oleh sebab itu perlu dilestarikan kembali salah  salah satunya adalah denga diadakan lomba Gejog Lesung.

Harapan kedepan bahwa gejog lesung tidak hanya dimainkan oleh kaum generasi tua, tetapi bisa dimainkan oleh kaum muda sehingga lebih berkembang dan lebih kreatif.

Pewarta: Indrayati

Posted in Berita