Menu Close

Kemendikbud Rilis Permendikbud No. 20 Tahun 2020 tentang Perubahan Permendikbud No.13 Tahun 2020 dalam Penggunaan Dana BOP PAUD dan BOP Kesetaraan

Yogyakarta (16/04/2020) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menerbitkan Permendikbud No. 20 tahun 2020 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Nomor 13 Tahun 2020 Tentang Petunjuk Teknis Dana Alokasi Khusus Nonfisik Bantuan Operasional Penyelenggaraan Pendidikan Anak Usia Dini Dan Pendidikan Kesetaraan Tahun Anggaran 2020 pada 9 April 2020. Peraturan ini diterbitkan untuk mendukung pelaksanaan pembelajaran dari rumah akibat dari pandemi Covid-19. Sehingga perlu adanya penyesuaian terhadap peraturan sebelumnya tentang penggunaan Dana Alokasi Khusus Nonfisik BOP PAUD serta BOP Kesetaraan dalam masa kedaruratan Covid-19.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim dalam arahannya melalui telekonferensi, Rabu (15/04) menyampaikan, ada revisi terkait permendikbud yang mengatur penggunaan dana BOP karena adanya perubahan kondisi akibat dari Covid-19. “Kebutuhan pembelajaran daring (online) itu menjadi lebih besar dan juga ada berbagai macam kondisi yang sudah lebih mendesak bagi banyak sekali teman-teman kita seperti guru, guru honorer. Adapun juga kebutuhan data atau kuota daripada murid dan orang tua yang ingin belajar daring,” tambahnya.

Terdapat beberapa perubahan yang diatur dalam Permendikbud No. 20 tahun 2020. Perubahan pelaksanaan penggunaan BOP di masa kedaruratan Covid-19 terbagi dalam dua kategori.

  1. Pembayaran Honor

Pada Permendikbud sebelumnya, pembayaran honor dapat digunakan untuk memberi transport kepada pendidik. Di Permendikbud No. 20 tahun 2020 terdapat perubahan. Pembayaran honor dapat digunakan untuk pembiayaan honor pendidik dalam pelaksanaan pembelajaran dari rumah. Sehingga dana yang sebelumnya digunakan untuk biaya transport pendidik, dapat dibayarkan sebagai honor pendidik selama masa darurat meskipun tidak ada transportasi yang dikeluarkan. Bagi yang masih menggunakan jasa transportasi, masih dapat digunakan untuk biaya transport pendidik.

  1. Persentase Penggunaan

Penggunaan dana BOP PAUD serta BOP Kesetaraan sebelumnya terdapat ketentuan persentase penggunaan dana dari total dana yang diterima. Namun, di Permendikbud No. 20 tahun 2020 ketentuan persentase penggunaan dana tidak berlaku. Sehingga satuan pendidikan diberikan fleksibilitas dalam penggunaan dana untuk keperluan yang lebih penting.

Selain ada perubahan, ada pula penambahan ketentuan penggunaan lainnya yang diperbolehkan selama masa darurat Covid-19. Dana BOP PAUD dan BOP Kesetaraan dapat digunakan untuk pembelian pulsa, paket data, dan/atau layanan pendidikan daring berbayar bagi pendidik dan/atau peserta didik untuk melaksanakan pembelajaran dari rumah. Selain itu, dana tersebut juga dapat digunakan untuk pembelian cairan atau sabun pembersih tangan, pembasmi kuman (desinfektan), masker atau penunjang kebersihan lainnya.

Melalui terbitnya Permendikbud No. 20 tahun 2020 ini, Mendikbud Nadiem Makarim menyampaikan bahwa Kemendikbud ingin memberikan kenyamanan bagi seluruh kepala sekolah dan unit pendidikan agar bisa menggunakan dana untuk kesejahteraan guru, kemampuan pembelajaran daring dan kenyamanan bagi kepala sekolah untuk mendapat fleksibilitas dalam penggunaan dana BOS maupun BOP PAUD dan BOP Kesetaraan. Sehingga dengan fleksibilitas penggunaan dana diharapkan kepala sekolah, PKBM/SKB dapat mengalokasikan dana secara maksimal.

Pewarta: Gita Kurnia Graha

Posted in Berita