Menu Close

Kampung Literasi Natah Unggul dalam Sumber Daya Alam dan Manusia

Ada kata-kata bijak “Salah satu penemuan terpenting pada diri manusia adalah ketika ia mampu menemukan potensi dirinya yang dapat ia tumbuhkembangkan menjadi sebuah potensi unggulan dalam mencapai target sukses yang akan dicapai dalam kehidupan”. Artinya, menjadi unggul dan sukses dimulai dari adanya kesadaran diri.

Demikian juga dengan Desa Natah, sebuah desa di belahan utara bumi Gunungkidul. Natah adalah sebuah wilayah kecil. Namun, meskipun kecil ternyata menyimpan banyak potensi. Bukan saja sebuah wilayah dengan ciri khas pertanian. Ada banyak aktivitas produktif yang dilakukan oleh sebagian besar warganya.

Heru Pranowo, salah satu tokoh masyarakat Natah, menginformasikan bahwa selain produk pertanian, Natah terkenal dengan produk anyaman berbahan bambu, gula kelapa dan produk turunannya, ukir kayu, batik, dan lain-lain.

“Selain memiliki keunggulan sumber daya manusia yang kreatif, Natah memiliki sumber daya alam yang melimpah,” tambah Heru saat kegiatan sarasehan “Kampung Literasi” berlangsung pada Kamis 28 Desember 2017. Sumber daya alam tersebut sudah diidentifikasi dan dipetakan untuk dapat dikembangkan menjadi sebuah desa wisata di masa yang akan datang.

Namun, untuk mengelola sumber daya alam tersebut dibutuhkan sumber daya manusia yang kompeten. Jalan yang harus ditempuh adalah terus belajar agar semakin memiliki wawasan luas dan kompetensi yang dibutuhkan.

Lebih lanjut Heru Pranowo memberikan informasi bahwa untuk mencapai desa wisata Natah telah dibentuk sebuah lembaga Taman Bacaan Masyarakat (TBM) yang diberi nama “Song Keris”. Ia berharap bahwa semua masyarakat dapat belajar dengan membaca, diskusi dan kegiatan belajar lainnya di TBM Song Keris tersebut. Semakin tinggi tingkat literasi warga maka akan semakin produktif tandasnya.

Hal ini senada dengan apa yang disampaikan oleh Wahyudi, Kepala Desa Natah. Menurutnya, masyarakat perlu diberikan wadah atau media untuk selalu belajar. Salah satunya melalui TBM Song Keris. Melalui media tersebut semua aspek kehidupan dapat dipelajari imbuh kepala desa yang serba bisa ini.

Ia menambahkan, warga masyarakat harus belajar membaca, menulis, berhitung, ekonomi, ilmu pengetahuan, teknologi, seni dan budaya, kesehatan, pendidikan dan sebagainya. Pemerintah desa akan sangat terbantu dengan kesadaran dan partisipasi masyarakat yang tinggi dalam pembangunan. Ujungnya adalah peningkatan kesejahteraan, ekonomi, harkat dan martabat sebagai manusia.

“Saya berharap masyarakat Natah menjadi individu yang kreati, produktif, serta mampu menghadapi perubahan jaman apapun kondisinya. Hanya dengan melek literasi semua itu dapat dihadapi. Kami menyebutnya Song Konglomerat,” ujarnya mengakhiri pembicaraan. (by_agushp)

Pewarta: Agus Hari Prabowo

Posted in Berita