Menu Close

Guru Kreatif Menginspirasi Seminar Nasional HIMPAUDI Daerah Istimewa Yogyakarta dalam rangka Memperingati Hari Guru Nasional Tahun 2020

Yogyakarta (25/11/2020) Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (HIMPAUDI) DIY bekerjasama dengan BP PAUD dan Dikmas Daerah Istimewa Yogyakarta, menyelenggarakan Seminar Nasional Guru Kreatif Menginspirasi diikuti sekitar 1.600 guru Pendidikan Anak Usia Dini se-Daerah  Istimewa Yogyakarta dan sekitarnya.

Seminar nasional dalam rangka memperingati hari guru nasional menghadirkan narasumber Drs. Nasruddin, Koordinator Pokja Pembinaan GTK PAUD, Ditjen GTK PAUD, Dra. Rahmitha Prathama Soendjojo, M.Pd.Psikolog, dan Siti Nurakhmalia, S.Pd. Kegiatan dibuka oleh Drs. Eko Sumardi, M.Pd., Kepala BP PAUD dan Dikmas DIY, dalam sambutanya menjelaskan, pada semester depan pembelajaran tatap muka dapat dilakukan dengan memenuhi protokol kesehatan, tersedia tempat cuci tangan, toilet, dan ruang kelas yang memadahi. “Dinas Pendidikan setempat mengijinkan, kesiapan sekolah, komite atau orang tua mengijinkan anaknya untuk masuk sekolah atau tatap muka, ruangan yang cukup untuk jaga jarak,” tuturnya.

Drs. Nasruddin, memaparkan strategi pembinaan GTK PAUD melalui perbaikan pendidikan dengan melakukan evaluasi penyelenggaraan strategi pembinaan GTK PAUD dalam mewujudkan kebijakan merdeka belajar. Belajar sepanjang hayat yang memiliki kompetensi global dan berperilaku sesuai dengan nilai Pancasila. Profil anak usia dini Pancasila, yaitu beriman, bertakwa, berakhlak mulia, mandiri, bernalar kritis, kreatif, bergotong-royong, dan berkebhinekaan global. Kompetensi pendidikan guru meliputi pedagogik, kurikulum, dan sistem penilaian. Program utama Dirjen GTK PAUD melaksanakan transformasi kepemimpinan pendidikan, regulasi tata kelola dan koordinasi dengan pemerintahan daerah.

“Merdeka belajar sebagai kebijakan yang menghadirkan pendidikan berkualitas secara merata dengan melibatkan keluarga, GTK, instansi pendidikan, satuan pendidikan, masyarakat, dan dunia usaha dunia industri (DUDI). Didukung peningkatan kompetensi kepemimpinan, kolaborasi antar elemen masyarakat dan budaya, peningkatan insfrastuktur serta pemanfaatan teknologi di seluruh satuan pendidikan,” pungkas Drs. Nasruddin.

Dra. Rahmitha Prathama Soendjojo, M.Pd.Psikolog mengatakan, kreatif adalah kemampuan dalam membuat gagasan baru dalam pemecahan masalah, menghasilkan sesuatu, menghasilkan sesuatu yang baru, berbeda, dan orisinil. Proses mengamati, menirukan, dan memodifikasi hal yang telah baik dilakukan, menjadikan guru kreatif yang inovatif.

Pewarta: Sabatina Rukmi Widiasih

Posted in Berita