Menu Close

Gigih dan Semangat, Hasil Belajar Pun Meningkat

Ungkapan yang mulai sering terdengar dalam kehidupan kita. Sepenggal mantra sakti yang memiliki makna yang kuat dan mampu memberikan semangat dalam kehidupan kita. “Siapa yang bersungguh-sungguh, akan berhasil”, begitulah arti ungkapan Arab ini.  “Man jadda wa jadda” ini memanglah bukan hadits, tetapi sangatlah sesuai dan selaras dengan kehidupan manusia. Sebuah ketetapan yang mengisyaratkan manusia bahwa Tuhan tidak akan merubah nasib suatu kaum selama kaum tersebut tidak berusaha merubahnya sendiri.

Ungkapan ini adalah penyemangat bagi peserta didik keaksaraan. Tutor pun sering berusaha memberikan motivasi bagi peserta didik untuk mencapai hasil belajar yang optimal. Ingat, mayoritas peserta didik keaksaraan adalah orang dewasa. Bahkan orang yang sudah tua. Mereka butuh motivasi lebih untuk mau belajar. Mereka memerlukan dorongan semangat untuk maju dalam berusaha.

Peserta didik keaksaraan pada awalnya mengarungi hidup apa adanya. Mereka tidak memiliki kemampuan baca tulis dan hitung. Bahkan diberikan label sebagai orang “buta aksara. Menjadi buta aksara bukanlah pilihan mereka. Oleh karena itu, mereka harus dibantu untuk menjadi niraksara. Sehingga mereka memiliki akses terhadap informasi dan pembangunan guna meningkatkan hidup dan kesejahteraan mereka.

Selanjutnya, peserta didik juga memiliki ketidakberdayaan. Kebutaaksaraan mereka semakin memperlemah kekuatan mereka dalam menjalani kehidupan ini. Dengan demikian, mereka adalah orang yang perlu diberdayakan agar menjadi berdaya dalam kehidupan mereka.

Program keaksaraan, apapun tingkatannya, haruslah diikuti dengan kegigihan dan semangat yang tinggi. Oleh karena itu, secara harafiah, ungkapan di atas tersebut dapat diterjemahkan dengan “gigih dan semangat” mengikuti pembelajaran. Belajar tidak mengenal batasan usia. Belajar pun tidak mengenal batas ruang dan waktu. Apapun yang dipelajari, kapanpun dan dimanapun dilaksanakan bukanlah menjadi halangan.

Program pendidikan keaksaraan sudah dilaksanakan. Banyak fasilitas sudah diberikan. Bahkan, kerelaan tutor untuk berbagi ilmu pengetahuan juga tiada habisnya. Apapun yang sudah disiapkan ini perlu disikapi dengan keseriusan oleh peserta didik. Keseriusan ini diwujudkan dalam  bentuk kegigihan dan semangat dalam belajar.

Kegigihan dalam belajar dapat ditunjukkan dengan mengikuti segala aktivitas belajar. Kegigihan juga ditunjukkan dengan berusaha keras mencapai tujuan belajar yang ditetapkan oleh tutor. Kegigihan ini diikuti juga dengan semangat yang tinggi dalam belajar. Semangat tinggi diwujudkan dalam bentuk kehadiran dalam setiap waktu pembelajaran yang disepakati.

Kegigihan dan semangat ini tidak sekedar dimunculkan dalam proses belajar. Namun, harus dilanjutkan dalam aktivitas sehari-hari. Apa yang sudah dipelajari dalam pembelajaran diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Artinya, ada kesinambungan apa yang dilakukan dalam proses belajar dengan penerapan hasil belajar dalam hidup sehari-hari. Dengan demikian, gigih dan semangat ini menjadi jiwa atau karakter peserta didik untuk menghadapi hari depan yang lebih baik.

Pewarta: Agus Hari Prabowo

Posted in Berita