Menu Close

FK PKBM Melaksanakan Workshop Penyusunan Perangkat Pembelajaran K13 Diksetara

Suasana penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran kurikulum 2013 pendidikan kesetaraan

Yogyakarta (12/07/2019) Sebanyak 30 orang tutor Paket B dan Paket C se-Kabupaten Gunungkidul pada tanggal 11 Juli 2019 berkumpul di PKBM Ngudi Kapinteran Gunungkidul guna bersama menyusun perangkat pembelajaran kurikulum 2013 pendidikan kesetaraan. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Forum Komunikasi Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (FK PKBM) Kabupaten Gunungkidul karena kebutuhan mendesak untuk implementasi kurikulum 2013.

“PKBM di Gunungkidul sudah menyelenggarakan K13 sejak tahun ajaran 2018/2019 sehingga perlu menyusun silabus dan RPP (rencana pelaksanaan pembelajaran) kurikulum 2013. Tujuannya agar semua PKBM di Gunungkidul yang menyelenggarakan K13 pendidikan kesetaraan memiliki silabus dan RPP sebagai acuan pembelajaran di kelas,” ungkap Tugino, S.Pd. Ketua DPD FK PKBM Kabupaten Gunungkidul menjelaskan tujuan diselenggarakan workshop ini.

Kegiatan workshop dilaksanakan secara berkelompok menurut tutor mata pelajaran dengan cara pertama melakukan analisis modul yaitu mencocokkan modul dan silabus yang sudah disediakan oleh pemerintah (4 komponen) dan kemudian dikembangkan menjadi silabus satuan pendidikan (7 komponen). Tahap berikutnya kelompok tutor mata pelajaran menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran berdasarkan silabus yang sudah dikembangkan. Silabus dan RPP yang sudah disusun kelompok tutor mata pelajaran kemudian akan menjadi milik bersama PKBM se-Kabupaten Gunungkidul dan menjadi acuan dalam melaksanakan pembelajaran kurikulum 2013 pendidikan kesetaraan. Sudah barang tentu satuan pendidikan (PKBM) dapat melakukan penyesuaian silabus dan RPP yang sudah disusun bersama.

“Strategi ini akan lebih membantu PKBM dalam menyiapkan dokumen perangkat pembelajaran yang menjadi Dokumen II KTSP,” ungkap Fauzi Eko Pranyono yang menjadi narasumber kegiatan workshop. Hal yang sama juga diungkapkan Fahroni Joko selaku Libtang DPD FK PKBM bahwa paling tidak ada master silabus dan RPP yang dapat digunakan acuan tutor. “Ini merupakan kesepakatan forum agar membantu tutor memiliki acuan perangkat pembelajaran, walaupun dapat dikembangkan lagi oleh masing-masing PKBM,” tambah Fahroni. [fauziep]

Pewarta: Fauzi Eko Pranyono

Posted in Berita