Menu Close

FK PKBM Gunungkidul Menyelenggarakan Bimtek Mandiri K13 Diksetara

Peserta Bimtek K13 Pendidikan Kesetaraan Gunungkidul

Yogyakarta (15/06/2019) Forum Komunikasi PKBM Kabupaten Gunungkidul menyelenggarakan kegiatan bimbingan teknis kurikulum 2013 secara mandiri. Sebanyak 18 PKBM di Gunungkidul sudah mengimplementasikan K13 pendidikan kesetaraan, tapi masih banyak tutor yang belum mengikuti Bimtek K13. Oleh karena itulah maka DPD FK PKBM Kabupaten Gunungkidul menyelenggarakan bimbingan teknis secara mandiri. Akhir tahun 2019 akan diselenggarakan kembali Workshop K13 oleh DPD FK PKBM Gunungkidul dan Dinas Pendidikan Kabupaten Gunungkidul.

Menurut Ketua DPD FK PKBM Kabupaten Gunungkidul kegiatan diikuti sebanyak 75 orang terdiri dari 22 orang pengelola PKBM dan 53 orang tutor pendidikan kesetaraan. “Harapan kami pak Fauzi selaku narasumber memberikan informasi terkait dengan penilaian hasil belajar yang masih menjadi polemik di kalangan penyelenggara pendidikan kesetaraan di Gunungkidul.”

Sementara Nanik Asyfiah selaku Kepala Bidang PAUD dan PNF Dinas Pendidikan Gunungkidul memberikan apresiasi kegiatan bimbingan teknis tersebut. “Pelaksanaan kurikulum 2013 perlu dukungan dari semua pihak termasuk dari Dinas Pendidikan, luar biasa pada kali ini FK PKBM mampu menyelenggarakan kegiatan workshop secara mandiri. Ini kolaborasi yang luar biasa. Rencana Dinas Pendidikan juga akan menyelenggarakan kegiatan serupa pada triwulan ketiga tahun 2019,” tambah Nanik.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gunungkidul, Bahron Rasyid didampingi Kepala Bidang PAUD dan PNF, Nanik Asyfiah dan Penilik Pendidikan Kesetaraan.

Kegiatan bimbingan dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gunungkidul, Bahron Rasyid.  “Saya selalu sampaikan pada setiap kesempatan wisuda SMP bahwa setelah lulus putra putri bapak ibu dapat melanjutkan ke jenjang pendidikan lebih tinggi yaitu SMA, SMK, MA dan Paket C. Saya sampaikan bahwa Paket C itu alternatif pilihan yang ditempuh masyarakat. Karena menjadi alternatif maka menjadi kewajiban kita bahwa layanan kita itu setara. Kualitas proses dan hasil harus diperhatikan,” demikian Bahron Rasyid menyampaikan dalam sambutan. “Persoalannya bagaimana kita melaksanakan pendidikan kesetaraan agar peserta didik mendapatkan tantangan dan sesuai dengan kebutuhan mereka. Pendidikan kesetaraan saat ini memiliki posisi strategis dalam meningkatkan rerata lama sekolah,” tambah Kepala Dinas yang pernah juga menjabat sebagai Kepala SKB Gunungkidul, mengakhiri sambutan. [fauziep]

Pewarta: Fauzi Eko Pranyono

Posted in Berita