Menu Close

Diskusi Terpumpun Draft Model Modul Sejarah Berkualitas dan Kekinian

Yogyakarta (31/08/2018) Kegiatan Diskusi Terpumpun Draft Model Tahun 2018 diselenggarakan Balai Pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (BP PAUD dan Dikmas) Daerah Istimewa Yogyakarta, Selasa dan Rabu, 28 dan 29 Agustus 2018. Pada kegiatan hari kedua Rabu, 29 Agustus 2018 di auditorium lantai 2, pukul 09.30 WIB dibuka oleh Drs. Bambang Irianto, M.Pd., Kepala BP PAUD dan Dikmas DIY, didampingi Dra. Emi Nurmaya, Kasubag Umum BP PAUD dan Dikmas DIY dan Dr. Cipto Suncoko, M.Pd.

Diskusi Terpumpun Draft Model Tahun 2018 meliputi Model Peningkatan Kompetensi Instruktur Kursus, Model Kampung Literasi, dan Model Modul Sejarah Pendidikan Kesetaraan, menghadirkan akademisi, praktisi, dan unsur Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Tim pengembang telah melakukan kajian tentang apa saja yang perlu dikembangkan. Tahapan pengembangan model selanjutnya adalah menguji model yang dikembangkan agar tepat dan praktis, dan mudah diterapkan. Setelah dilakukan uji coba model diharapkan model berkualitas, layak dipakai dan bisa dipertanggungjawabkan. Sehingga diharapkan model yang tersusun direkomendasikan untuk wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta maupun di seluruh Indonesia.

Karakteristik modul sejarah perlu dipahami, dari segi materi mengacu pada kurikulum yang berlaku, Segi sajian dibuat komunikatif, menarik, dan menantang. Segi bahasa mudah dipahami tidak bertele-tele. Pada awal modul disarankan menyertakan kompetensi dasar (KD), menuangkan peta konsep, dan tujuan dirinci pada masing-masing unit.

“Pola sajian tiap unit diawali kegiatan mengamati, bisa gambar atau foto, lagu, kemudian menanya, berisi tujuan pembelajaran. Lanjut mengumpulkan informasi, mengasosiasi, berisi materi pembelajaran. Kemudian mempresentasikan, membuat jejaring, berisi tugas kegiatan. Selanjutnya evaluasi, instrumennya meliputi penilaian sikap, pengetahuan dan keterampilan disertai kunci jawaban dan matrik penilaian. Gambar atau foto dilengkapi keterangan dan sumber. Semua modul 1 sampai dengan modul 5 harus memiliki pola sajian yang sama”, tutur M. Nur Rokhman, M.Pd., dosen jurusan Pendidikan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Yogyakarta, selaku narasumber akademisi.

Secara umum modul sejarah harus mencakup kompetensi yang dibutuhkan dalam kurikulum 2013 dan memuat konten untuk penilaian pendidikan karakter yang sesuai. Penggunaan referensi perlu buku penunjang yang telah direkomendasikan. “Perlu kehati-hatian untuk penulisan sejarah menyangkut sebuah peristiwa yang masih bersifat kekinian”, pungkas FX. Sugeng Wahyu Widodo, S.Pd., guru mata pelajaran sejarah, selaku praktisi.

Pewarta: Sabatina Rukmi Widiasih

Posted in Berita