Menu Close

BP PAUD dan Dikmas DIY Selenggarakan Bimtek Daring Implementasi Pembelajaran Modul K 13 Pendidikan Kesetaraan

Yogyakarta (22/06/2020) BP PAUD dan Dikmas D.I. Yogyakarta selenggarakan Bimbingan Teknis secara daring tentang Implementasi Pembelajaran Modul K 13 Pendidikan Kesetaraan untuk Tutor dan Penilik, 22 hingga 26 Juli. Peserta yang ikut dalam bimbingan teknis (bimtek) kali ini sebanyak 458 tutor dan penilik dari seluruh Indonesia. Media yang digunakan selama penyelenggaraan bimtek adalah Zoom, Google Classroom serta Whatsapp. Narasumber dalam bimtek kali berasal dari Pamong Belajar BP PAUD dan Dikmas DIY. Selain itu, ada pula narasumber dari luar BP PAUD dan Dikmas DIY, yaitu Eko Ady Saputra, S.Pd dan Dian Astutik Wulandari, S.Pd dari SKB Kabupaten Kulonprogo serta Dwi Lestariningsih, S.Pd dari SKB Kabupaten Sleman.

Kegiatan diawali dengan laporan Dr. Cipto Suncoko, M.Pd selaku Kepala Seksi PPSD BP PAUD dan Dikmas DIY. Dr. Cipto Suncoko, M.Pd menyampaikan kegiatan ini dilaksanakan berdasarkan Permendikbud 160 pasal 4 bahwa satuan pendidikan dasar dan menengah termasuk Paket B dan Paket C pada tahun 2020 wajib melaksanakan Kurikulum 13. Namun pelaksanaan di lapangan tidak semua satuan pendidikan yang menyelenggarakan program Paket B dan Paket C paham mengenai implementasi K 13. “Sehingga materi yang disampaikan dalam bimtek ini tentang cara implementasi kurikulum K 13 yang disampaikan selama 30 JPL,” tambahnya.

Selanjutnya Kepala BP PAUD dan Dikmas DIY, Drs. Eko Sumardi, M.Pd membuka secara resmi penyelenggaraan bimtek. Dalam sambutannya, Drs. Eko Sumardi, M.Pd menyampaikan saat ini program Pendidikan Kesetaraan sudah ada aplikasi daring serta pembelajaran berbasis modul dari Direktorat Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus. Sehingga tidak ada permasalahan dalam program Pendidikan Kesetaraan dalam menghadapi pandemi saat ini.

Justru yang menjadi permasalahan adalah tentang kemampuan peserta didik dalam mempelajari modul secara mandiri. “Anak-anak harus aktif belajar mempelajari modul kemudian mengukur kompetensinya sejauh mana anak2 ini bisa kita lepas dalam rangka pembelajaran modul, ini perlu evaluasi dan treatment khusus bagaimana anak-anak ini bisa mempelajari modul hingga tuntas,” jelasnya. Sehingga Drs. Eko Sumardi, M.Pd berharap bimtek ini memberi bekal kepada tutor tentang cara pembelajaran modul, serta pendampingan kepada tutor PKBM/SKB yang menyelenggarakan program kesetaraan bagi penilik. “Harapannya Penilik ini juga menguasai supaya mereka lebih mudah dalam memberikan bimtek yang berkaitan dengan program kesetaraan,” tambahnya.

Bimtek diselenggarakan dalam beberapa tahapan. Awalnya peserta akan mendapatkan pre test. Setelah pre test, peserta akan mendapatkan bimbingan dilanjutkan dengan penugasan. Terakhir, diadakan post test terhadap peserta. Peserta dibagi menjadi dua kelas, dan bimtek dilaksanakan secara paralel.  Sebelumnya telah dilakukan orientasi teknis berisi kesepakatan tata tertib serta hak dan kewajiban peserta bimtek. Selesai bimtek, bagi peserta yang telah memenuhi syarat akan diberikan sertifikat mengikuti bimtek.

Pewarta: Gita Kurnia Graha

Posted in Berita