Menu Close

Belajar Berhitung Berat Badan Ideal, Cara Belajar Calistung yang Mengasyikkan

Waah…aku kok kuru iki!” kata seorang peserta pembelajaran multikeaksaraan (waah…kenapa saya kok kurus ini!). Itulah salah satu ekspresi peserta didik yang tengah belajar berhitung. Berhitung yang kontekstual sesuai dengan tema pembelajaran yang disajikan yaitu kesehatan lanjut usia (lansia).

Hal ini terjadi saat ujicoba operasional model multikeaksaraan. Ujicoba dilaksanakan di kelompok belajar keaksaraan yang diselenggarakan oleh PKBM Makmur, Desa Kemadang, Tanjungsari, Gunungkidul. Lebih tepatnya lagi yang berlokasi di Dusun Jambu pada tanggal 29-30 November 2018. Sebanyak 20 orang peserta didik terlibat dalam kegiatan tersebut bersama tim pengembang dari BP PAUD dan Dikmas DIY.

Pembelajaran di kelompok ini sangatlah menarik meskipun peserta rata-rata berusia lanjut. Pembelajaran banyak dilakukan dengan diskusi. Ada gambar-gambar yang cukup besar dan menarik perhatian sebagai bahan diskusi. Ada juga tulisan yang harus dibaca atau dikerjakan dengan menulis atau berhitung. Bahkan ada praktek mengukur berat dan tinggi badan. Hasil pengukuran ini diterapkan pada rumus tertentu untuk mendapatkan status atau kategori tertentu.

Proses belajar berhitung memang agak sulit karena dimulai dari mendapatkan data diri. Lalu memasukkan data tersebut ke dalam rumus Indeks Massa Tubuh. Tutor sangat berperan dalam pembelajaran. Tutor memberikan contoh yang mudah sekaligus membimbing peserta didik mengerjakan perhitungan tersebut. Saat hasil berhitung diperoleh dan dibandingkan dengan tabel acuan, gelak tawa para peserta berurai. Mulai saat itu juga para peserta didik tahu apakah mereka termasuk kurus, normal, gemuk, atau obesitas. Sungguh belajar yang sangat menyenangkan meski cukup berliku sampai ke hasilnya.

Pewarta: Agus Hari Prabowo

Posted in Berita