Menu Close

Asesor Penjaga Gawang Kualitas Pendidikan

Yogyakarta (12/05/2019) Pelatihan Refreshment Asesor (PRA) diikuti  sejumlah 77 orang Asesor, terdiri dari 64 Asesor PAUD, 7 Assor LKP dan 6 Asesor PKBM, yang ddiselenggarakan oleh BAN PAUD dan PNF Provinsi D.I.Yogyakarta. Kegiatan dilaksanakan tanggal 8 s.d 12 Mei 2019, di Hotel Quality, Sleman Yogyakarta, yang dibuka Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga,  Daerah Istimewa Yogyakarta, Kadarmanto Baskoro Aji.

Siti Nuril Hidayati, selaku Ketua BAN PAUD dan PNF Daerah istimewa Yogyakarta menyebutkan bahwa tujuan pelatihan untuk membekali asesor dalam menjalankan tugas, karena adanya beberapa perubahan kebijakan yang harus disikapi.  Kebijakan tersebut salah satu diantaranya adalah tahapan Akreditasi dari 5  menjadi 4 tahapan. Empat tahapan yaitu Evaluasi Diri Satuan Prasyarat Akreditasi (EDS-PA), KPA, Visitasi, Validasi dan Verifikasi. Salah satu langkah yang dikurangi adalah  Pemeriksaan Kelayakan Permohonan Akreditasi (PKPA) yang dilakukan oleh Asesor. EDS-PA merupakan syarat administrasi lembaga (complaymance), sedang Instrumen Penilaian Akreditasi (IPA)  yang merupakan profil (performance) lembaga.

Akreditasi untuk meningkatkan mutu  pendidikan, juga membangun kualitas pendidikan yang ada di Yogyakarta,. Karena dalam empat tahun terakhir Daerah Istimewa Yogyakarta berada pada posisi 1 dan 2 se-Indonesia. Pelaksanaan UNBK sudah 100% menggunakan komputer, sedang pendidkan nonformal berada pada peringkat 5 besar. Disinilah peran asesor sebagai penjaga gawang kualitas pendidikan, menurut Kepala Dinas Dikpora. 

Syarat untuk mengikuti PRA adalah peserta mengerjakan tugas, berperan sebagai lembaga dengan mengisi Evaluasi Diri Satuan Prasayarat Akreditasi (EDS-PA), simulasi visitasi, serta membuat tulisan landasan hukum setiap butir atau standar Instrumen Penilaian Akreditasi  (IPA).

Kegiatan dilaksanakan dengan teori dan praktek. Teori disampaikan oleh Anggota BAN PAUd dan PNF Pusat, Nugaan Yulia Wardani, yaitu materi Kebijakan dan Mekanisme Akreditasi PAUD dan PNF dengan Sispena 2.0, serta Kode Etik Asesor. Kegiatan praktik, peserta dibagi menjadi 6 kelompok, yaitu  4 kelompok Asesor  PAUD, 1 Kelompok Asesor LKP, dan 1 kelompok Asesor PKBM. Panduan Visitasi, Validasi dan Verifikasi, serta Teknik Pemberian catatan Butir dan Standar, disampaikan oleh Nara Sumber masing-masing  kelompok.  Simulasi Visitasi  dilakukan  Asesor secara berpasangan  sebagai Asesor A dan Asesor B. Kemudian dilanjutkan dengan tugas kelompok, yang dilakukan salah satu Asesor, A atau B. Dilanjutkan dengan praktik Validasi.  Masih dalam kegiatan praktik dilanjutkan dengan presentasi hasil simulasi baik visitasi maupun validasi. 

Kegiatan penutupan, dimulai dengan review materi, kesan pesan peserta, dan laporan penyelenggaraan yang berisi target Akreditasi tahap I D.I. Yogyakarta sejumlah 525 lembaga atau 70%, harus selesai pada bulan Juli. Pekerjaan ini harus diselaikan oleh Asesi dan BAN PAUD dan PNF, dikarenakan kalau tidak terealisasi, visitasi tahap II tidak  memperoleh alokasi dana Akreditasi. Untuk itu diharapkan semua bekerja keras, agar dapat tercapai.  Pelatihan ditutup oleh Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK), Yuni Praptiwi.

Pewarta: Hasiyati

Posted in Berita