Menu Close

Anjungan Pameran BP PAUD dan Dikmas DIY di HAI Menarik Minat Pengunjung

Deli Serdang (08/09/2018) BP PAUD dan DIY berpartisipasi pada pameran pendidikan dalam rangka peringatan Hari Aksara Internasional Tingkat Nasional di Alun-Alun Lubuk Pakam, Deli Serdang Sumatera Utara. Anjungan stand BP PAUD dan Dikmas DIY menyita perhatian pengunjung selama pameran, terutama pada praktek ukir buah dari Sekolah Kuliner Budi Mulia Dua Yogyakarta, dan membatik dari Kampung Literasi Natah, Nglipar, Gunungkidul.

Salah satu sudut anjungan pameran BP PAUD dan Dikmas menampilkan praktek ukir buah yang dipraktekkan langsung oleh Joni Purwanto, salah satu instruktur di Sekolah Kuliner Budi Mulia Dua Yogyakarta. “Selama pameran ini saya praktek mengukir buah, mengajari tamu-tamu yang datang serta promosi sekolah kuliner yang difasilitasi BP PAUD dan Dikmas DIY,” ungkap Joni Purwanto. “Ukir buah untuk mempercantik makanan agar lebih menarik, biasanya di wedding, buffe di hotel,” tambah dia menjelaskan tujuan seni ukir buah.

Seorang pengunjung Marina, guru TK TK Arinair Kecamatan Biru-Biru Kabupaten Deli Serdang nampak dengan seksama mengamati seorang instruktur dalam mempraktekkan mengukir buah semangka. “Tertarik dengan hasilnya, cantik gitu. Ingin mempraktekkan pak,” kata ibu guru TK.

Yadi, Guru SD Blora Jawa Tengah, yang datang ke Deli Serdang dalam rangka salah satu kegiatan keaksaraan menyatakan tertarik melihat seni ukir buah, dan ingin sekali menguasai keterampilan tersebut.

“Kepingin belajar dan dipraktekkan di rumah mengajari anak untuk lomba di sekolah. Ini saya akan merekam cara mengukir buahnya,” kata Daniawati Lubis, seorang ibu rumah tangga di Lubuk Pakam.

Di sudut anjungan yang lain ditampilkan hasil kegiatan Kampung Literasi Natah, Nglipar, Gunungkidul. Salah satu yang menarik perhatian pengunjung, terutama anak-anak sekolah adalah sudut membatik. Suyoto tokoh masyarakat program Literasi Natah, Ngilpar Gunungkidul menjelaskan bahwa selama pameran memberikan penjelasan dan praktek cara membatik, untuk itu dipamerkan bahan yang masih mentah, setengah jadi dan sudah jadi. “Batik yang jadi dibawa dari hasil latihan Kampung Literasi Natah. Batik sudah banyak yang laku. Selain itu membawa juga hasil kegiatan lainnya antara lain teh garu, gula jawa kencur, gula jawa sere, gula jawa jahe,” tambah Sunyoto yang ternyata baru pertama kali naik pesawat terbang ini.

Program Kampung Literasi Natah merupakan salah satu program labsite BP PAUD dan Dikmas DIY, sekaligus sebagai lokasi uji coba model pendidikan keaksaraan.

Ikut mendampingi kegiatan pameran BP PAUD dan Dikmas DIY Bais Jajuli Sidiq, Indri Puwanto, dan Umiyatun. [fep/fep]

Pewarta: Fauzi Eko Pranyono

Posted in Berita