Menu Close

Orang Tua Berpengaruh dalam Tumbuh Kembang Anak

Oleh Frista Zeuny

Perbedaan status dalam keluarga membawa kepada perbedaan fungsi yang akan diperankan oleh masing-masing dalam kehidupan sehari-hari, hal itu secara langsung atau tidak dapat mempengaruhi pengalaman tumbuh kembang anak. Oleh sebab itu, hubungan antar keluarga di dalam rumah sangat penting untuk diperhatikan.

Tidak serasinya hubungan suami-istri akan mendatangkan keburukan dalam pertumbuhan dan pendidikan anak-anak, yang akhirnya membawa kemerosotan kehidupan masyarakat. Oleh sebab itu, suami-istri sebagai sayap kanan dan kiri harus saling bekerjasama dalam menerbangkan pesawat kehidupan menuju tujuannya.

Untuk menjamin keharmonisan di dalam rumah tangga, maka harus dijalankan dengan sebaik-baiknya tugas dan tanggung jawab suami-istri yang telah berbeda secara kodrati. Berikut pemaparan mengenai tugas dan tanggung jawab orang tua dalam keluarga.

  1. Kepemimpinan Ayah Terhadap Keluarga

Ayah berkedudukan sebagai pemimpin dalam keluarga. Bila ditinjau secara sosiologis, seseorang menjadi pemimpin karena ada kelebihan yang dimiliki melebihi apa yang dipunyai massanya. Begitu pula dengan ayah yang menjadi pemimpin dalam keluarga karena telah dianugerahi oleh Tuhan beberapa kelebihan jika dibandingkan dengan anggota keluarga lainnya, seperti istri dan anak-anak.

Kedudukan suami sebagai pemimpin keluarga bukan hanya sebagai pemimpin keluarga, tetapi juga mengendalikan rumah tangga supaya setiap anggota keluarga dapat menikmati makna keluarga dan dapat secara terus-menerus meningkatkan kualitas pribadinya dalam berbagai segi, baik segi hubungan dengan Tuhan, dengan sesama manusia, segi penguasaan pengetahuan dan sebagainya.

  • Kepemimpinan ayah menjadi panutan bagi anggota keluarga terutama anak – anaknya

Bagi anak yang berusia tiga tahun memiliki pandangan bahwa ayahnya adalah sosok panutan yang ideal, dan akhirnya membawa kepada pemikiran seolah-olah ayah itu Tuhan. Sebab itu, kedudukan ayah dalam pribadi anak menjadi hal yang sangat mengagumkan mendekati sempurna dan tidak akan mati. Anak memandang orang tua dengan khayalannya bukan atas dasar kenyataan yang ada, dan ini sebagai bentuk pertumbuhan awal dari segi agama. Maka dari itu, penting bagi ayah memberikan pengertian yang positif mengenai Tuhan.

Sebenarnya orang tua adalah pusat rohani anak dan perkembangan reaksi emosi anak, serta pemikirannya di kemudian hari terpengaruh oleh sikapnya terhadap kedua orang tuanya dipermulaan masa pertumbuhannya. Seorang ayah harus memiliki jalinan hubungan keakraban namun tidak melunturkan kewibawaannya.

  • Kepemimpinan ibu di dalam rumah tangga

Teratur tidaknya rumah tangga itu, berada di tangan istri, misalnya seperti pengaturan tata ruang yang meliputi meja, kursi, hingga pembagian ruang. Selain itu, pengaturan waktu kerja di rumah yang meliputi waktu belajar, makan, istirahat atau bermain pun menjadi tanggung jawab seorang ibu.

Dalam rangka penunaian tugas pengaturan rumah tangga tersebut, secara tidak langsung ibu pun memberikan pendidikan terhadap anak-anaknya. Oleh sebab itu, ibu seyogyanya menguasai berbagai dasar pengetahuan yang berkenaan dengan kerumah-tanggaan, membiasakan dan memberi contoh mengenai pentingnya keindahan, keserasian, keteraturan, berbelanja yang tepat, pembagian waktu dan sebagainya.

  • Pembagian tugas anak dan latihan bertanggung jawab

Dalam berbagai kegiatan pengaturan yang dilakukan ibu, harus melibatkan anggota keluarga terutama anak-anak dalam rangka mendidik dan membiasakan mereka. Anak dilibatkan sesuai dengan tingkat kemampuan masing-masing, anak yang lebih dewasa diberi tugas yang lebih berat, begitu pula anak lelaki diberi tugas lebih berat dari anak perempuan sesuai dengan kodratnya.

Menurut penelitian para ahli, mengikutsertakan anak dalam berbagai kegiatan intelektual seperti membaca dan kegiatan lain seperti memperbaiki alat rumah tangga dan perjalanan bersama dapat menunjang perkembangan intelek anak. Kegiatan seperti itu bukan hanya berguna bagi anak, tetapi juga menguntungkan bagi orang tua, karena ia sendiri pun melaksanakan kegiatan tersebut dengan lebih bersungguh-sungguh dan lebih berhati-hati yang pada akhirnya meningkatkan kualitas dan manfaat interaksi keduanya.

Keterlibatan anak dalam kegiatan rumah tangga juga dapat melatih anak supaya rajin bekerja dan kemampuan melaksanakan tugas. Jangan biarkan anak berpangku tangan, meskipun orang tua mampu menyediakan pembantu untuk mengerjakan pekerjaan di rumah. Tanpa terikat dengan tugas tertentu, anak kurang merasa memiliki bahkan dapat menumbuhkan sikap manja dan kurang mandiri.

Orang tua memang berkewajiban membantu anak dalam memenuhi kebutuhan mereka, akan tetapi tidak boleh berlebih-lebihan dalam menolongnya, sehingga anak kehilangan kemampuan untuk berdiri sendiri. Tugas yang diberikan kepada anak bukan sesuatu yang di luar kemampuannya atau mengganggu bagi jalannya proses belajar formal mereka.

Tugas yang diberikan tidak terlepas dengan tujuan berupa latihan bekerja, menjauhkan kemalasan, menyadari pentingnya berbagai pekerjaan rumah tangga, latihan mandiri dan bertanggung jawab. Dalam memberikan tugas, perlu diadakan pertukaran di antara anak untuk menghilangkan kejemuan dan memberikan pengalaman baru sesuai dengan perkembangan kemampuan mereka, dengan begitu tugas yang dikerjakan akan terasa lebih menyenangkan.

Ditulis oleh Frista Zeuny, Penyiar Radio Edukasi Balai Pengembangan Media Radio Pendidikan dan Kebudayaan

Posted in Artikel