Menu Close

Menggapai Asa di Gersangnya Bukit Selatan Yogyakarta

Oleh: Agus Hari Prabowo

Tepus adalah salah satu kecamatan di wilayah Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Wilayahnya cukup luas, membentang dari sebagian sisi timur hingga bagian tengah Gunungkidul dengan tambahan pesisir. Oleh karena itu, banyak obyek wisata pantai terkenal yang berada di wilayah ini.

Meskipun wilayahnya sangat luas, namun kontur tanah dan alam Tepus tidaklah ramah. Tanah berbukit seribu dengan dominasi batu karang dan sulitnya sumber air menjadi ciri khas yang melekat. Saat kemarau, kondisi ini makin terlihat parah. Pohon meranggas, tanah mengering, udara panas, menjadi hal lumrah yang bisa kita temui. Tak heran Tepus dikenal sebagai daerah minus yang sulit untuk mendapatkan air. Kekeringan sudah menjadi bencana yang lazim terjadi setiap tahunnya.

Ketidakramahan alam ini membuat penduduk Tepus berjuang ekstra keras dalam mempertahankan hidup mereka. Perjuangan utama adalah mendapatkan sumber air demi kelangsungan hidup mereka. Bukan yang lain. Bahkan untuk belajar di bangku sekolah pun dianggap bukan sesuatu yang perlu.

Kondisi ini menimbulkan dampak pada tingkat kesejahteraan dan kesehatan masyarakat. Upaya yang harus dilakukan hanya satu, pendidikan. Melalui pendidikan semua dapat dirubah. Melalui pendidikan pola pikir, perilaku masyarakat dapat diubah sedikit demi sedikit. Bukan melalui pendidikan formal, namun melalui pendidikan nonformal.

Maka, munculah sebuah PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat) Marsudi Luhur pada tahun 2006. Lembaga ini ingin merubah pola pikir masyarakat agar menjadi warga yang cerdas, terampil, berbudaya dan berakhlak mulia. Semua ini hanya dapat dicapai melalui pendidikan. Pendidikan keaksaraan bagi warga yang masih buta aksara sehingga tidak mampu mengakses informasi pembangunan menjadi program utama. Selanjutnya, program kesetaraan (Paket A, B, dan C) bagi anak-anak yang tidak mampu melanjutkan jenjang sekolah formalnya karena berbagai kendala. Selain itu, warga masyarakat juga dibekali dengan berbagai pendidikan keterampilan agar mampu menjadi pribadi mandiri dalam berwirausaha.

Usaha tak kenal lelah ini membawa dampak pada kemampuan warga masyarakat peserta program pendidikan. Usaha pertanian mulai berkembang menjadi usaha industri dan pariwisata sesuai perubahan jaman. Pendidikan mampu merubah cara pikir dan keluwesan dalam beradaptasi dengan perubahan yang terjadi. Asa selalu ada di tengah gersangnya bumi Tepus.

Posted in Artikel