Menu Close

Literasi Sains Ala Sosrowono dan Ekowono

Oleh: Agus Hari Prabowo

Saat kita berjalan menyusuri Desa Natah, Nglipar, Gunungkidul, kita akan menemukan kisah tokoh desa di masa lalu. Sosrowono dan Ekowono, dua orang tokoh desa yang menjadi sesepuh dan panutan seluruh warga.

Dalam Bahasa Jawa, nama Sosrowono terdiri dari dua kata yaitu “sosro” dan “wono”. Sosro memiliki arti seribu atau ribuan, sedangkan kata wono berarti hutan. Arti harfiah nama Sosrowono adalah adanya ribuan hutan. Nama Ekowono juga terdiri dari dua kata “eko” dan “wono”. Kata eko berarti satu atau tunggal, sedangkan wono bermakna hutan. Jika digabungkan memiliki arti satu hutan.

Meskipun telah tiada, kedua tokoh desa ini sebenarnya telah meninggalkan sebuah pembelajaran besar bagi rakyatnya. Keduanya menekankan agar penduduk senantiasa belajar pada hutan di sekitar mereka. Hutan merupakan sumber energi kehidupan yang harus selalu dijaga kelestariannya.

Kedua tokoh ini “meliterasikan” penduduknya untuk belajar bagaimana merawat dan mengelola hutan dengan baik. Literasi ini diberikan dalam bentuk petuah, ajakan, dan larangan yang sifatnya praktis. Oleh karena itu, penduduk berusaha melakukan perbuatan yang mengacu pada hal-hal tersebut. Misalnya, tidak menebang pohon yang belum cukup umur, menanam pepohonan yang mampu menjaga ketersediaan air, merawat hutan, tidak menambang bebatuan yang ada di sekitar hutan dan sebagainya. Bahkan pada praktiknya, penduduk telah mampu menyiapkan dan menciptakan ilmu pengetahuan, teknologi tepat guna dan kearifan local dalam menjaga kelestarian hutan di Desa Natah.

Hal-hal praktis tersebut telah diinternalisasi dengan baik. Berkawan dengan alam akan memberikan jaminan kelangsungan hidup yang lebih baik. Seribu hutan bukan hanya menjadi slogan, namun semangat dan cita-cita yang harus terus diwujudkan. Satu hutan yang lestari menunjukkan juga rasa syukur pada Illahi. Hutan telah menyediakan banyak sumber energi. Oleh karena itu, manusia harus menunjukan rasa syukur itu dengan aktif merawat dan menjaga hutan.

Posted in Artikel